Muslimedianews.com ~ Menurut Imam al-Syathibi, ulama madzhab Maliki pengarang kitab Al I'tishom, menguraikan dalam kitabnya bahwa salah satu tanda airan sesat adalah terjadinya perpecahan di antara mereka. Imam al-Syathibi mengutip pernyataan sebagian ulama, bahwa para sahabat banyak yang berbeda pendapat sepeninggal Rasulullah Saw, tetapi mereka tidak bercerai berai.
Jika memperhatikan kelompok salafy-wahhabi, maka akan didapati bahwa perselisihan diantara mereka sangat dahsyat dan disertai saling caci maki. Misalnya antara Syaikh al-Albani dan mantan muridnya yang dituduh sebagai pencuri. (Baca : Albani versus Mantan Muridnya, Caci Maki Yang Dahsyat)
Baru-baru ini, Firanda Andirja Lc, MA, salah seorang ustadz Salafy-Wahhabi disebut sebagai “Syaikh Sesat” oleh ustadz salafy-wahhabi lainnya, yaitu Abu Muawiyah Askari bin Jamal, pengasuh Pondok Pesantren Ibnul Qayyim al-Jauziyyah di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus penasehat website wahhabi www.salafybpp.com. Firanda dianggap sebagai orang yang gigih membela Hizbiyah Ihya At-Turats yang sangat ditentang oleh salafy-wahhabi lainnya.
“Betapa jauhnya perbedaan antara penjelasan Al-Allamah Saleh Al-Fauzan Hafizhahullah dengan penjelasan “Syaikh sesat” Firanda yang durjana.”, kata Askari, sebagaimana di muat situs salafybpp.com ketika membandingkan penjelasan Shaikh Sholeh Al Fauzan dengan pernyataan Firanda terkait ulama wahhabi bernama Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali. (23/10/2013).
Tidak hanya itu, Askari juga menyebut Firanda sebagai al-Muta’aalim (orang-orang memperlihatkan diri seolah berilmu padahal tidak berilmu alias bodoh), penuh hawa nasfu dan melecehkan ulama.
“... Ataukah pendapat Al-Muta’aalim Firanda yang durjana yang melecehkan dan merendahkan kedudukan Syaikh Rabi’ Hafizhahullah, yang membangun pernyataannya diatas kesimpulan perasaan dan hawa nafsunya?”, lanjut Askari.
Dahsyatnya celaan pada Firanda tidak berhenti sampai disitu, Askari juga menyebut Firanda sebagai seorang murid durjana, menyelisi Ahlussunnah (versi Wahhabi) dan mengikuti langkah syaithan.
“... atau Firanda, seorang murid durjana yang telah menyelisihi ulama ahlus sunnah, dan mengikuti langkah-langkah setan?”, cela Askari pada Firanda.
Celaan-celaan yang diarahkan kepada Firanda, disebabkan Firanda pernah menuduh ulama mereka (wahhabi) bernama Rabi’ al-Madkhali sebagai ulama bermanhaj mutasyaddid dalam hal tahdzir mentahdzir dan tabdi’ mentabdi’, menyelisihi 3 Imam dakwah salafiyah dan bermanhaj Khowarij. Tiga imam yang dimaksud oleh mereka adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Muhamamd Nashiruddin al-Albani dan Muhammad Ibn al-Utsaimin.
Jika memperhatikan kelompok salafy-wahhabi, maka akan didapati bahwa perselisihan diantara mereka sangat dahsyat dan disertai saling caci maki. Misalnya antara Syaikh al-Albani dan mantan muridnya yang dituduh sebagai pencuri. (Baca : Albani versus Mantan Muridnya, Caci Maki Yang Dahsyat)
Baru-baru ini, Firanda Andirja Lc, MA, salah seorang ustadz Salafy-Wahhabi disebut sebagai “Syaikh Sesat” oleh ustadz salafy-wahhabi lainnya, yaitu Abu Muawiyah Askari bin Jamal, pengasuh Pondok Pesantren Ibnul Qayyim al-Jauziyyah di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus penasehat website wahhabi www.salafybpp.com. Firanda dianggap sebagai orang yang gigih membela Hizbiyah Ihya At-Turats yang sangat ditentang oleh salafy-wahhabi lainnya.
“Betapa jauhnya perbedaan antara penjelasan Al-Allamah Saleh Al-Fauzan Hafizhahullah dengan penjelasan “Syaikh sesat” Firanda yang durjana.”, kata Askari, sebagaimana di muat situs salafybpp.com ketika membandingkan penjelasan Shaikh Sholeh Al Fauzan dengan pernyataan Firanda terkait ulama wahhabi bernama Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali. (23/10/2013).
Tidak hanya itu, Askari juga menyebut Firanda sebagai al-Muta’aalim (orang-orang memperlihatkan diri seolah berilmu padahal tidak berilmu alias bodoh), penuh hawa nasfu dan melecehkan ulama.
“... Ataukah pendapat Al-Muta’aalim Firanda yang durjana yang melecehkan dan merendahkan kedudukan Syaikh Rabi’ Hafizhahullah, yang membangun pernyataannya diatas kesimpulan perasaan dan hawa nafsunya?”, lanjut Askari.
Dahsyatnya celaan pada Firanda tidak berhenti sampai disitu, Askari juga menyebut Firanda sebagai seorang murid durjana, menyelisi Ahlussunnah (versi Wahhabi) dan mengikuti langkah syaithan.
Celaan-celaan yang diarahkan kepada Firanda, disebabkan Firanda pernah menuduh ulama mereka (wahhabi) bernama Rabi’ al-Madkhali sebagai ulama bermanhaj mutasyaddid dalam hal tahdzir mentahdzir dan tabdi’ mentabdi’, menyelisihi 3 Imam dakwah salafiyah dan bermanhaj Khowarij. Tiga imam yang dimaksud oleh mereka adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Muhamamd Nashiruddin al-Albani dan Muhammad Ibn al-Utsaimin.
Jauh sebelumnya, Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, MA, Lc kelahiran Sorong Papua tersebut juga pernah mendapatkan gelar "istimewa" sebagai Al Kadzdzab (Sang Pendusta) dari seorang ulama wahhabi bernama Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari. (Baca : Firanda Andirja (Ustadz Wahhabi) Nyatakan Siap Dialog dengan Ustadz Aswaja).
"Pujian" salafy-wahhabi kepada Firanda tersebut tidak hanya di muat situs yang diasuh Askari (www.salafybppn.com) tapi juga dimuat (disalin) disitus salafy Bontang Kaltim (www.darussalaf.or.id) yang dikelola dibawah bimbingan Muhammad Ar Rifai dan Yunus. (*)
Related Links :
Penulis : Ibnu Manshur
Sumber bacaan : Salafybppn.com, Darussalaf.or.id dan lain-lain
Related Links :
- Rodja TV Takut Dengan Ust Muhammad Idrus Ramli
- Menjawab Tuduhan Ust. Firanda Andirja Terkait Tahlilan
- Firanda Andirja (Ustadz Wahhabi) Nyatakan Siap Dialog dengan Ustadz Aswaja
- Lanjut Firanda Versus Aswaja, Firanda Sewot Menuduh Ust Idrus Ramli Berdusta
- Siap Dialog, Ust. Idrus Ramli Ajak Tentukan Jadwal dan Tempat
- Membela Habib Mundzir Al Musawa dan Guru Ijai (Guru Sekumpul) dari Fitnah Firanda al-Wahabi

Maaf bos, anda tau manhaj khawarij itu apa ? makna wahabi itu apa ? makna salafy itu apa ? mohon jelaskan untuk saya yang awam ini. karena jika anda salah dalam menulis artikel, artinya anda akan menyesatkan umat.
ReplyDeleteterima kasih
udah ahlul bid'ah...ahlul fitnah lagi...
ReplyDelete