Muslimedianews.com, Kairo ~ Dr. Abdul Hay Azb, Dosen Usul Fikih Fakultas Syariah Universitas al-Azhar menyatakan bahwa aksi politik di lingkungan universitas adalah hal yang boleh dilakukan, namun dengan syarat tanpa diwarnai dengan sikap fanatik terhadap kelompok tertentu. Hal itu disampaikan pada wawancaranya bersama Surat Kabar Shaut al-Azhar sebagaimana yang dilansir di Shaut al-Azhar edisi 18 Oktober kemarin.
“Seorang mahasiswa itu berpolitik dengan cara menyampaikan pendapatnya melalui tulisan yang disebarkan di kampus ataupun ditempel di dinding, dengan syarat tidak fanatik dan tidak mengajak kepada fitnah, kekacauan, atau bergabung kepada pihak yang ingin menciptakan instabilitas di masyarakat,” ungkap dosen Usul Fikih yang juga pernah menjadi Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas al-Azhar khusus putri di Bani Suef itu.
Dr. Abdul Hay melanjutkan, “Kita tidak melarang para mahasiswa untuk berpolitik, tapi kami hendak mengajari mereka hakikat dari berpolitik, sebagaimana mengajari mereka tentang ekonomi dan kesehatan.”
“Jika kalian ingin menyibukkan diri dalam politik melalui partai tertentu maka jauhkanlah universitas dari partai tersebut dan sibukkanlah diri kalian dengan partai itu di luar lingkungan universitas.” Lanjutnya.
Dr. Abdul Hay juga berpandangan bahwa berkurangnya persentase kegiatan akademis mahasiswa adalah disebabkan oleh perhatian para mahasiswa terhadap politik dan partai melebihi porsinya.
“Seharusnya potensi mahasiswa lebih ditujukan untuk kegiatan akademis, ilmiah dan olah raga. Jika kalian ingin berpolitik melalui partai maka hendaklah menjauhkan universitas dari partai tersebut, dan jika ingin berpolitik di dalam kampus maka hendaklah melalui pendidikan politik seperti seminar, diskusi atau perkuilahan yang dipimpin oleh seorang dosen. Hal itu tidak lain karena kita sama-sama memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu stabilitas proses belajar mengajar di lingkungan kampus.”
Pada akhir wawancaranya, Dr. Abdul Hay menyatakan, “Jika saya menjadi mahasiswa seperti kalian saat ini, maka saya akan memfokuskan diri untuk ilmu dan pengetahuan, dan tidak ikut dalam situasi saat ini-red. Karena yang terjadi saat ini hanyalah fitnah, dan yang dilakukan saat ini bukanlah aksi politis, bukan juga aksi agama ataupun aksi pembelajaran politik, ini hanyalah fitnah dan kekacauan.” Ujarnya.
“Seorang mahasiswa itu berpolitik dengan cara menyampaikan pendapatnya melalui tulisan yang disebarkan di kampus ataupun ditempel di dinding, dengan syarat tidak fanatik dan tidak mengajak kepada fitnah, kekacauan, atau bergabung kepada pihak yang ingin menciptakan instabilitas di masyarakat,” ungkap dosen Usul Fikih yang juga pernah menjadi Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas al-Azhar khusus putri di Bani Suef itu.
Dr. Abdul Hay melanjutkan, “Kita tidak melarang para mahasiswa untuk berpolitik, tapi kami hendak mengajari mereka hakikat dari berpolitik, sebagaimana mengajari mereka tentang ekonomi dan kesehatan.”
“Jika kalian ingin menyibukkan diri dalam politik melalui partai tertentu maka jauhkanlah universitas dari partai tersebut dan sibukkanlah diri kalian dengan partai itu di luar lingkungan universitas.” Lanjutnya.
Dr. Abdul Hay juga berpandangan bahwa berkurangnya persentase kegiatan akademis mahasiswa adalah disebabkan oleh perhatian para mahasiswa terhadap politik dan partai melebihi porsinya.
“Seharusnya potensi mahasiswa lebih ditujukan untuk kegiatan akademis, ilmiah dan olah raga. Jika kalian ingin berpolitik melalui partai maka hendaklah menjauhkan universitas dari partai tersebut, dan jika ingin berpolitik di dalam kampus maka hendaklah melalui pendidikan politik seperti seminar, diskusi atau perkuilahan yang dipimpin oleh seorang dosen. Hal itu tidak lain karena kita sama-sama memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu stabilitas proses belajar mengajar di lingkungan kampus.”
Pada akhir wawancaranya, Dr. Abdul Hay menyatakan, “Jika saya menjadi mahasiswa seperti kalian saat ini, maka saya akan memfokuskan diri untuk ilmu dan pengetahuan, dan tidak ikut dalam situasi saat ini-red. Karena yang terjadi saat ini hanyalah fitnah, dan yang dilakukan saat ini bukanlah aksi politis, bukan juga aksi agama ataupun aksi pembelajaran politik, ini hanyalah fitnah dan kekacauan.” Ujarnya.
Sumber: Surat Kabar Shaut al-Azhar edisi Jum`at 18 Oktober 2013 via Suara Al AzharZ

No comments
Post a Comment