Muslimedianews.com ~ Bukan wahabi namanya kalau tidak hoby mencaci maki bahkan memvonis sesat ulama besar Ahlus sunnah. Setelah sederet ulama besar menjadi korban cacian dan penyesatan wahabi-salafi seperti imam al-Baqilani yang disebut bencongnya jahmiyyah oleh mereka, Imam al-Baihaqi yang tidak dapat dipercaya dalam menukil, imam Ibnu Jarir ath-Thabari yang divonis sebagai ahli bid’ah, imam Ibnu Hajar yang dikatakan ucapannya tidak ada nilainya, imam Subuki yang dijuluki penyembah kuburan, maka kali ini imam asy-Syathibi yang menjadi sasaran hoby buruk mereka itu.
Padahal wahabi paling getol menggunakanan hujjah imam asy-Syathibi dalam berargumentasi tentang bid’ah kepada Aswaja. Imam Asy-Syathibi sendiri merupakan ulama madzhab Maliki mengikuti madzhab aqidah Asy'ariyah.
Ulama Wahhabi, Nashir bin Hamd al-Fahd dalam karyanya al-I’laam bi Mukhaalafaat al-Muwaaqaat wal al-‘ithisham halaman 6 mengatakan :
“Sikap asy-Syathibi di dalam memperingatkan bid’ah amaliah (bid’ah ibadah) dan menjelaskan mafsadatnya serta menganjurkan keras untuk berpegang teguh dengan sunnah, adalah sikap yang sangat baik, akan tetapi di samping itu beliau malah terjerumus dalam bid’ah akidah asy’ariyyah dan ahli kalam dalam masalah shifat, qadar dan lainnya “. (scan redaksinya lihat pada gambar)
Semakin banyak ulama wahabi membaca dan mempelajari kitab-kitab ulama besar Ahlus sunnah, maka niscaya mereka akan semakin banyak mencaci dan memvonis sesat ulama-ulama besar, sebab ternyata mayoritas ulama besar Islam bertentangan akidahnya dengan akidah kaum wahabi-salafi.
Masihkah anda percaya dengan ajaran wahabi-salafi ???.
Padahal wahabi paling getol menggunakanan hujjah imam asy-Syathibi dalam berargumentasi tentang bid’ah kepada Aswaja. Imam Asy-Syathibi sendiri merupakan ulama madzhab Maliki mengikuti madzhab aqidah Asy'ariyah.
Ulama Wahhabi, Nashir bin Hamd al-Fahd dalam karyanya al-I’laam bi Mukhaalafaat al-Muwaaqaat wal al-‘ithisham halaman 6 mengatakan :
“Sikap asy-Syathibi di dalam memperingatkan bid’ah amaliah (bid’ah ibadah) dan menjelaskan mafsadatnya serta menganjurkan keras untuk berpegang teguh dengan sunnah, adalah sikap yang sangat baik, akan tetapi di samping itu beliau malah terjerumus dalam bid’ah akidah asy’ariyyah dan ahli kalam dalam masalah shifat, qadar dan lainnya “. (scan redaksinya lihat pada gambar)
Semakin banyak ulama wahabi membaca dan mempelajari kitab-kitab ulama besar Ahlus sunnah, maka niscaya mereka akan semakin banyak mencaci dan memvonis sesat ulama-ulama besar, sebab ternyata mayoritas ulama besar Islam bertentangan akidahnya dengan akidah kaum wahabi-salafi.
Masihkah anda percaya dengan ajaran wahabi-salafi ???.
Oleh : Ust. Ibnu Abdillah Al Katibi
+1.jpg)
No comments
Post a Comment