Muslimedianews.com, Kairo ~ Al-Azhar beberapa waktu lalu
telah memutuskan bahwa Sabtu 19 Oktober adalah hari dimulainya aktivitas
belajar-mengajar untuk ajaran tahun baru 2013-2014. Namun, para pelajar
yang berafiliasi ke jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) berusaha untuk
menggagalkan aktivitas belajar-mengajar di hari pertama (19/10/2013). Sebelumnya,
Al-Azhar sudah dua kali menunda awal tahun ajaran baru ini. IM akhirnya
gagal menghambat jalannya proses belajar mengajar di Al-Azhar pada hari
pertama ini. Pihak keamanan Mesir telah bersiaga penuh di seluruh pintu
utama universitas dan gedung kampus.
Para mahasiswi IM melakukan
long match ke kampus Al-Azhar putra. Setelah pihak militer menutup akses
ke universitas Al-Azhar, mereka mengambil jalur lain untuk sampai ke
Al-Azhar. Mereka ingin ikut berpartisipasi dalam demonstrasi di kampus
demi menuntut pembebasan mahasiswa yang telah ditangkap oleh pihak
keamanan.
Di pihak lain, Dr. Usamah Abd
Rektor Universitas Al-Azhar menyatakan bahwa Al-Azhar senantiasa
menyambut seluruh pelajarnya dengan penuh penghormatan dan berinteraksi
dengan pelajar baru dengan penuh kebijaksanaan.
Kepada harian Youm7, Abd
menyatakan bahwa pelajar Al-Azhar tidak perlu merasa tertekan dan takut.
Para pelajar yang berniat ingin mengagalkan proses belajar-mengajar di
Al-Azhar tidak akan mampu melakukan hal itu. Seruan mereka untuk hal itu
sangat bertentangan dengan hukum. “Kami akan memakai jalur hukum untuk
oknum yang menyerukan demikian,” tegas Abd.
Abd menambahkan bahwa pihak
Al-Azhar telah melayangkan surat kepada Menteri Dalam Negeri untuk
mengetahui proses hukum terkait para mahasiswa yang ditangkap pihak
keamanan, sebelum tahun ajaran baru dimulai. Ada komite hukum yang
dibentuk oleh Al-Azhar untuk terus memantau jalannya proses hukum
tersebut. Dan Al-Azhar sedang menunggu hasilnya beberapa hari lagi.
Mahasiswa dan mahasiswi yang berafiliasi ke IM mengepung gedung utama kantor Al-Azhar. Mereka
meneriakkan yel-yel menentang Rektor Al-Azhar dan Militer Mesir sambil
mengangkat simbol Rabeah al-Adaweyah (empat jari—red). Mereka juga
meneriakkan yel-yel menentang Grand Shaikh Al-Azhar.
Sementara itu, pihak Al-Azhar
meminta kepada para pelajar agar berkosentrasi untuk menuntut ilmu dan
bersungguh-sungguh. Universitas adalah tempat untuk mencari ilmu dan
pengetahuan.
Dalam keterangan resminya
bertepatan dengan tahun ajaran baru, Al-Azhar menegaskan bahwa Al-Azhar
harus memberikan teladan yang baik tentang Islam nasionalis moderat.
Dan, Al-Azhar tidak akan menerima ideologi apapun yang keluar dari misi
Al-Azhar.
Dalam keterangan tersebut juga
disebutkan bahwa jika memang terjadi kondisi yang dapat mengganggu
jalannya proses belajar mengajar, maka Al-Azhar mungkin akan mengambil
opsi untuk menangguhkannya sampai batas yang tidak ditentunya hingga
kondisi kembali normal. Dan, pihak yang menyebabkan hal itu harus
bertangungjawab penuh.
Sumber dari komite informasi di
Al-Azhar menegaskan bahwa proses belajar-mengajar di Al-Azhar tetap
berjalan di mayoritas kampus di Kairo, meskipun terjadi demonstrasi
ratusan pelajar IM. Sumber tersebut juga menambahkan
bahwa para dosen telah mulai menyampaikan materinya di kampus-kampus
untuk para pelajar yang memang benar-benar ingin mencari ilmu, tidak
seperti para pelajar yang masuk ke dunia politik dan tidak ingin
belajar. (Red. Mustaqim)
Sumber : Youm 7 Moslem Info

No comments
Post a Comment