BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Monday, October 28, 2013

Partai Salafy Mesir Sebut Petinggi IM Sebagai Orang-Orang Yang Gagal

Gharib Abu Al-Hasan, anggota dewan pimpinan partai An-Nur Salafi Mesir,
Muslimedianews.com, Kairo ~ Gharib Abu Al-Hasan, anggota dewan pimpinan partai An-Nur Salafi Mesir, melakukan serangan verbal kepada gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) dan sekutu-sekutunya. Menurutnya, para petinggi IM adalah orang-orang yang telah gagal, sedang hidup dalam kondisi koma,  menyendiri, dan tidak memiliki perasaan.

“Gerakan IM berusaha untuk menghancurkan mimpi negara secara keseluruhan dalam menciptakan sebuah perubahan yang hakiki. Seharusnya mereka keluar dari tempurung gerakan mereka yang sempit dan sudut pandang yang pendek, untuk menuju keluasan negara dalam sudut pandang dan ambisinya. Namum mereka malah bersikeras untuk melawan negara, memasukkan negara yang besar ke tempurung sempit mereka dan mendorong rakyat untuk menghancurkan mimpi-mimpinya. Mereka ingin mengembalikan keadaan saat ini ke keadaan sebelum revolusi 25 Januari,” jelas Abu al-Hasan salam pernyataannya hari Jumat (25/10) sebagaimana dikutip oleh harian elwatan.

“Partai An-Nur berinteraksi dengan realitas baru, yaitu realitas yang disepakati oleh jutaan rakyat mesir yang telah keluar untuk menolak rezim IM. Tentara telah membuat keputusan final untuk masalah ini dengan dukungan penuh gerakan rakyat. Realitas ini muncul akibat perbuatan para pimpinan IM (orang-orang yang telah gagal), yang hidup dalam kondisi koma, menyendiri, dan tidak memiliki perasaan. Interaksi mereka dengan kekuatan politik dan lembaga-lembaga negara sangat kasar dan penuh kesombongan. Dengan demikian, bagaimana mungkin presiden demisioner Muhammad Mursi dapat memimpin negara, disaat yang sama semua lembaga-lembaga negara menentangnya. Dan, disaat yang sama juga rakyat terpecah menjadi dua kubu, yang setiap kubu sedang mempersiapkan persenjataannya untuk menghadapi kubu yang lain,” tambahnya.

Abu al-Hasan menambahkan: “Saya masih ingat dengan “Perjanjian Kehormatan” antara pimpinan partai An-Nur dengan Mahmud Ghazlan, salah seorang pimpinan IM, yang berisi: Selama pemilihan umum DPR dan MPR tidak boleh terjadi pemalsuan, penipuan dan kebohongan. Kemudian, saya teringat dengan apa yang telah dilakukan oleh kader-kader IM di seluruh negeri ini, dimana mereka berkampanye untuk mendiskreditkan calon dari partai An-Nur dan mencari setiap kesempatan untuk melakukan pemalsuan. Saya juga masih ingat dengan janji-janji pimpinan IM yang telah berjanji untuk tidak mencalonkan kadernya pada pemilihan presiden dan berjanji untuk memilih presiden yang disepakati bersama sehingga ia mampu untuk menyatukan rakyat, menyelesaikan persoalan, dan dapat diterima oleh seluruh lapisan rakyat mesir. Kemudian saya juga ingat ketika mereka berusaha untuk mencalonkan Hazim Abu Ismail (bukan dari IM namun sangat menghormati IM) agar pencalonan itu menjadi momok yang menakutkan bagi kekuatan lain dan agar semua orang dapat menerima rencana “calon IM”. Anda tidak akan bersedia untuk menelan kepahitan, kecuali jika diancam dengan sesuatu yang lebih pahit darinya.”

Abu Al Hasan menambahkan: “Saya masih teringat dengan perjanjian-perjanjian antara Dewan Militer dan Mursyid IM disaat pengumuman hasil pemilu presiden. Saya teringat janji-janji IM saat itu; tidak akan melakukan ikhwanisasi negara, akan tetap menjaga sistem negara Mesir saat ini, dan tidak memusuhi lembaga-lembaga negara. Kemudian saya teringat ketika mereka mengabaikan semua persyaratan ini, bahkan mereka mengabaikan seluruh janji yang mereka sampaikan selama kampanye kepada seluruh partai politik yang mendukung mereka di putaran kedua,. Kemudian mereka bergerak cepat untuk melaksanakan agenda penguasaan. Saya juga teringat dengan perkataan Khairat Syatir, Wakil Mursyid kepada utusan partai An-Nur sebelum putaran kedua presiden tentang kemitraan penuh, dan bahwasanya Mursi adalah calon dari kalangan revolusioner yang akan menguntungkan seluruh generasi negeri ini. Kemudian saya teringat dengan usaha mereka untuk mendominasi seluruh elemen negara, dan sebagai akibat dari itu, Dr. Khalid Alam Ad Din yang merupakan salah seorang pimpinan partai An-Nur mengundurkan diri dari dewan presiden. Dan, IM melakukan pembusukan karakter terhadap Dr. Khalid dan melukai hatinya sebelum luka pertama sembuh, tanpa penjelasan dan tanpa bukti.” (kzh/mosleminfo)

Sumber : El Watan via Moslem Info
« PREV
NEXT »

1 comment

  1. partai wahabi an nur di danai penuh oleh arab saudi,,,MMN akan kerjasama jadi corong penghianat negara ????

    ReplyDelete