Muslimedianews.com, Kairo ~ Menteri Perwakafan Mesir Dr. Muhammad Mukhtar Jum'ah (Mohamed Mokhtar Gomaa) dan Wakil al-Azhar Dr. Abbas Syauman mengatakan bahwa demonstrasi yang digelar di universitas al-Azhar akhir-akhir ini telah keluar dari batasan demonstrasi damai, karena ada usaha untuk menonaktifkan kegiatan kuliah, merusak gedung kuliah, melakukan tindakan tidak menyenangkan kepada para dosen dan usaha untuk menutup sebagian tempat dalam universitas. Tindakan-tindakan seperti ini bertentangan dengan nilai-nilai keislaman, nilai nasionalisme dan tradisi di universitas al-Azhar sendiri.
Beliau berdua juga mengatakan, "Kegiatan belajar mengajar harus tetap dilanjutkan sehingga tidak memberi kesempatan kepada pihak yang ingin menonaktifkan proses belajar mengajar."
Selain itu Dr. Jum'ah dan Dr. Syauman juga menekankan bahwa para mahasiswa yang melakukan pengrusakan harus ditindak agar menjadi pelajaran bagi mahasiswa yang lain. Adapun demonstran yang tidak berstatus mahasiswa harus dihukum dengan perundang-undangan yang berlaku. (*)
Beliau berdua juga mengatakan, "Kegiatan belajar mengajar harus tetap dilanjutkan sehingga tidak memberi kesempatan kepada pihak yang ingin menonaktifkan proses belajar mengajar."
Selain itu Dr. Jum'ah dan Dr. Syauman juga menekankan bahwa para mahasiswa yang melakukan pengrusakan harus ditindak agar menjadi pelajaran bagi mahasiswa yang lain. Adapun demonstran yang tidak berstatus mahasiswa harus dihukum dengan perundang-undangan yang berlaku. (*)
Sumber : Youm 7 via Suara Al Azhar
Related Links :
No comments
Post a Comment