Muslimedinews.com, Vatikan ~ Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas pada Kamis (17/10/2013) mengundang Paus Francis untuk mengunjungi Tanah Suci Yerusalem, selama audiensi di Vatikan, sebagaimana dilansir situs berita Ahram dan Al Arabiyya.
Abbas berdialog dengan Vatikan terkait urusan luar negeri Dominique Mambert setelah audiensi, ia mengatakan “adalah sebuah kehormatan untuk mengundangnya ke Tanah Suci".
Dalam kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Israel Simon Peres April lalu, ia juga mengundang Paus untuk berkunjung ke Yerussalem. Francis telah mengatakan, dia berkeinginan untuk melakukan perjalanan ke Yerussalem, tetapi Vatikan belum mengkonfirmasikan rencana perjalanan tersebut, meskipun TV Israel Channel 2 melaporkan kunjungan tersebut akan dilakukan pada Maret.
Francis telah mengatakan dia ingin berkunjung dengan patriark Konstantinopel Bartholomew I, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks.
Dalam kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Israel Simon Peres April lalu, ia juga mengundang Paus untuk berkunjung ke Yerussalem. Francis telah mengatakan, dia berkeinginan untuk melakukan perjalanan ke Yerussalem, tetapi Vatikan belum mengkonfirmasikan rencana perjalanan tersebut, meskipun TV Israel Channel 2 melaporkan kunjungan tersebut akan dilakukan pada Maret.
Francis telah mengatakan dia ingin berkunjung dengan patriark Konstantinopel Bartholomew I, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks.
Abbas merupakan pemimpin Timur Tengah keempat yang bertemu dengan Paus Francis setelah Peres, presiden Lebanon Michel Suleiman dan Raja Abdullah dari Yordania.
Dalam pertemuan tersebut Abbas dan Francis membahas perang sipil di Suriah dan prospek perdamaian antara Palestina dan Isreal, kata sumber dari Vatikan seperti dikutip oleh Arabnews. Vatikan mendesak kedua belah pihak untuk membuat keputusan lebih berani dan lebih dekat menuju perdamaian, dengan bantuan komunitas internasional.
Dalam pertemuan tersebut Abbas dan Francis membahas perang sipil di Suriah dan prospek perdamaian antara Palestina dan Isreal, kata sumber dari Vatikan seperti dikutip oleh Arabnews. Vatikan mendesak kedua belah pihak untuk membuat keputusan lebih berani dan lebih dekat menuju perdamaian, dengan bantuan komunitas internasional.

No comments
Post a Comment