Muslimedianews.com ~ Ada yang tidak percaya, bahwa Syaikh al-Albani, ahli hadits kaum Salafi-Wahabi seringkali kontradiksi dalam menilai suatu hadits, dalam kitab A dishahihkan, dalam kitab B didha’ifkan dan dalam kitab C dimunkarkan dan terkadang dimaudhu’kan. Berikut di antara contohnya.
Rasulullah SAW bersabda:
أبى الله أن يقبل عمل ØµØ§ØØ¨ بدعة ØØªÙ‰ يدع بدعته
“Allah menolak untuk menerima amal seorang pengikut bid’ah, sampai meninggalkan bid’ahnya.”
Hadits di atas, menurut al-Albani bernilai:
1) Shahih lighairihi, dalam komentar/ta’liq al-Targhib wa al-Tarhib juz 1, hal.86.
2) Dha’if dalam, ta’liq kitab Ishlah al-Masajid, karya al-Qasimi hal. 81
3) Munkar, dalam Silsilah al-Ahadits al-Dha’ifah, juz 3 hal. 684.
Rasulullah SAW bersabda:
أبى الله أن يقبل عمل ØµØ§ØØ¨ بدعة ØØªÙ‰ يدع بدعته
“Allah menolak untuk menerima amal seorang pengikut bid’ah, sampai meninggalkan bid’ahnya.”
Hadits di atas, menurut al-Albani bernilai:
1) Shahih lighairihi, dalam komentar/ta’liq al-Targhib wa al-Tarhib juz 1, hal.86.
2) Dha’if dalam, ta’liq kitab Ishlah al-Masajid, karya al-Qasimi hal. 81
3) Munkar, dalam Silsilah al-Ahadits al-Dha’ifah, juz 3 hal. 684.
Oleh : Ust. Muhammad Idrus Ramli

No comments
Post a Comment