Muslimedianews.com, Cairo ~ Kelompok bersenjata dengan mengendarai sepeda motor secara membabi buta menembaki sebuah pesta pernikahan di luar gereja Kristen Koptik di Kairo (20/10/2013). Tiga orang tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia 8 tahun tewas dalam kejadian tersebut. Satu diantaranya, tewas saat perjalanan menuju rumah sakit. Disamping itu, sebanyak 9 orang lainnya mengalami luka-luka.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab dalam kejadian tersebut. Namun komunitas Kristen Koptik Mesir memang telah menjadi target beberapa kelompok Islamis karena menganggap Gereja berada dibalik penggulingan rezim Ikhwanul Muslimin (presiden Mohammed Morsi) pada bulan Juli 2013 lalu.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab dalam kejadian tersebut. Namun komunitas Kristen Koptik Mesir memang telah menjadi target beberapa kelompok Islamis karena menganggap Gereja berada dibalik penggulingan rezim Ikhwanul Muslimin (presiden Mohammed Morsi) pada bulan Juli 2013 lalu.
Insiden tersebut juga mendapat respon dari mantan Grand Mufti Mesi Syaikh Ali Jum'ah (Ali Gomaa). Ia mengecam tindakan brutal penyerangan gereja Kristen Koptik tersebut. Sebagaimana dilansir Almogaz.
Di Mesir, populasi Kristen Koptik berjumlah sekitar 10 % dari 85 juta penduduk Mesir, dan umumnya hidup berdampingan secara damai dengan mayoritas Muslim Sunni selama berabad-abad. Namun, kedamaian tersebut terganggung pasca lengsernya Mohammed Morsi dari kursi presiden Mesir. (*)
Redaktur: Ibnu Manshur
Sumber : BBC, Al Mogaz, Al Masry Al Youm

No comments
Post a Comment