BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, November 17, 2013

Astaghfirullah ! Situs Shoutussalam.com Ini Fitnah KH Said Aqil Siradj

Muslimedianews.com ~ Fitnah keji disebarkan oleh situs Shoutus Salam (shoutussalam.com). Situs  kelompok pro teroris (pro radikalisme) yang pimpinan redaksinya bernama Kaab As-Sidani (Student of ITB/Program Engineering Physics Study) ini memuat fitnah terhadap Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj.

Dalam tulisan yang berjudul "Astaghfirullah, Ketua PBNU Said Aqil Justru Wajibkan Ritual Sesat Syiah Asyura" nampak jelas fitnah dan opini yang dimainkan oleh penulisnya (Ahmed Widad). Disini (judulnya) dikesankan bahwa KH Said Aqil Siradj mewajibkan ritual sesat Syi'ah. Padahal didalam isi artikel sudah jelas dikatakan bahwa Kang Said (sapaan akrabnya) menentang dan tidak sependapat dengan cara-cara yang dilakukan Syi'ah berupa menyakiti diri sendiri hingga mengeluarkan darah yang dilakukan warga Syiah dalam memperingati Asyura.

"Cara-cara yang seperti ini yang kita tentang. Kalau soal (keberadaan) Syiah tidak apa-apa", tandas alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri ini sebagaimana dilansir situs Antara yang dikutip oleh situs tersebut.

Acara Asyuro adalah Acara Islami
Acara Asyuro (10 Muharram) sejatinya merupakan acara Islami yang tidak hanya dilakukan kaum Syi'ah namun juga Sunni (Aswaja) sehingga bukan terkategori kegiatan sesat. Namun, acara yang dilakukan Syi'ah berbeda dengan Sunni. Syi'ah berlebih-lebihan dalam merayakannya.

“Adapun acara Asyura itu adalah acara Islam, hanya cara yang dilakukan Syiah itu kadang berlebihan. Kita yang bukan Syiah pun sebenarnya (juga) harus ikut memperingati 10 Asyura, harus,” tandas KH Said Aqil Siradj.

Sebagai contoh kegiatan Islami pada hari Asyuro yang dilakukan ummat Islam, sebagaimana dilakukan oleh SMK Az-Zahro Mlongo Jepara bersamaan dengan momentum Asyura (10 Muharram) mereka menyantuni sejumlah siswa yang kurang mampu, Kamis (14/11/2013). Santunan diberikan kepada 21 yatama dan 35 fakir miskin. Dilansir NU Online (15/11/2013).

Demikian juga yang dilakukan warga desa Pondok Pinang Timur berkumpul di masjid Dakwatul Islamiyah. Tua ,muda, pria, maupun wanita ikut meramaikan peringatan Asyuro dengan membaca 1000 kali surat Al-Ikhlas, Rabu (13/11/2013) malam.

“Asyuro dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan kirim-kirim arwah buat warga yang lebih dahulu wafat,” kata salah seorang remaja yang ikut Asyuro, M Reihan, Rabu (13/11/2013) malam. Dilansir pula oleh NU Online.

Asyuro sendiri merupakan hari yang sarat dengan sejarah. Pada hari tersebut, Allah untuk pertama kali menciptakan dunia, dan pada hari yang sama pula Allah akan mengakhiri kehidupan di dunia (qiyamat). Pada hari ‘asyura’ pula Allah mencipta Lauh Mahfudh dan Qalam, menurunkan hujan untuk pertama kalinya, menurunkan rahmat di atas bumi. Dan pada hari ‘asyura’ itu Allah mengangkat Nabi Isa as. ke atas langit. Dan pada hari ‘asyura’ itulah Nabi Nuh as. turun dari kapal setelah berlayar karena banjir bandang.  

Pada momen tersebut juga terdapat peristiwa sejarah terbunuhnya Sayyidina Husain cucu Rasulullah saw. Sejarah ini tidak boleh terhapus dari memori kolektif maupun individu generasi Muslim. Kejadian-kejadian dalam sejarah ini harus selalu dipupuk dengan subur sebagai salah satu media pendidikan kepahlawanan dalam Islam. Salah satunya dengan memperingatinya sebagaimana dilakukan ummat Islam. Namun, mengenang sejarah ini tidak seperti yang dilakukan kaum Syi'ah dengan mengadakan ritual meratapi kesyahidan Sayyidina Husain bin Ali. Mereka menempeleng pipi dan berteriak dengan ratapan Ya Husain. Sebab ritual semacam ini dihukumi bid’ah dholalah dan sangat diharamkan dalam agama  (Baca : Ritual Syi'ah pada Hari Asyura Menurut Pandangan Islam).

.
Penulis : Ibnu Manshur

Link Terkait : 


Penebar fitnah di Facebook
Penebar Fitnah di Facebook

Penebar Fitnah di Facebook

« PREV
NEXT »

7 comments

  1. said memang antek syiah kok, dan berbohong adalah tradisinya

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah... masih ada dari saudaraku (nahdiyin/NU) yang berpikiran jernih.

    ReplyDelete
  3. penyembah kuburan sunan(NU)25 April 2014 at 20:35

    Nu sama Syiah tidak ada bedanya, sama sama ahli bid'ah. Situs Nu sampah.

    ReplyDelete
  4. mmn emang situs nora & katro... udah abaikan aja manteman... mahaf ya mmn

    ReplyDelete
  5. halah.. yang fitnah tu kamu "IBNU MANSHUR" dan SDAID AQIL adalah pro KEBEBASAN ingat anda membawa nama ASWAJA , yg kepanjanganya ahli sunnah wal jamaah, namun anda sangat tdk tau tentang ahli sunnah wal jamaah, ahli sunnah wal jamaah adalah apa2 yg disunnahkan oleh nabi yg diikuti dan para sohabat.. anda bodoh atau membodohi, mari berdebat dengan sesuai ALQURAN dan Hadist, basic islam merupakan Alquran dan Hadist, jika perdebatan diluar hal tersebut namanya sok tau..NU/NAHDILIYIN ANSOR BANSER apalah namanya sudah melenceng dari ISLAM..coba dilihat dari amalanya apakah sesuai dengan Nabi dan para sahabat, yg ngakunya ASWAJA...??? coba lihat.. NU punya dendam kesumat ke kaum TAWHEED dengan tuduhan WAHABI,SALAFI KHAWARIJ dll.. namun NU dengan suka ria menebar kesesatan kepada rakyat yg tidak tau, dan bergrlimangan harta atas posisi politik murjiah thougut,, jelaSnya partai NU yg basicnya katanya ISLAM namun azaznya pancasila, dengan dalih pancasila memuat kandungan ALQURAN dan kaidah islam.. waaah ini merendahkan ALLOH atas kitabullah...adalah DAULAH ISLAM / ISLAMIC STATE (dulunya ISIS) lemah lembut dan berwelas asih kepada sesama Muslim ,keras dan tegas terhadap kaum kuffar munafikun dan murtadin...(ALLOH menyukai thdp orang yg lemah lembut dan berwel;as asih thdp sesama muslim ,keras dan tegas thdp kaum kuffar) namun NU sebaliknya.. keras dan sangat membenci kaum TAWHEED yg memegang teguh ALQURAN dan HADIST dengan tuduhan khawarij wahabi dsb...namun lemah lembut thdp NASRANI dan yahudi,, suka kebnebasan dan sekuler,, lihat aja waktu NATAL gereja gereja dijaga oleh Banser Ansor, mengemukakan toleransi kebablasan.. toleransi penting dan bagus,, hanya saja tdk usah mengganggu sdhlah cukup dlm syar'i ,bukan harus merayakan dan berpartisipasai, spt halnya ada yg buang hajat gak usah masuk ke WC ..!!! dan ingat sngt penting dalam syari, jenggot saja ketua NU tdk punya, yg sunnah mudah..apa tdk keluar jenggotnya.. dulu SAID AKIL pernah menuduh "orang-orang extremis adalah orang2 yg berjenggot" (padahal jenggot sunnah) mengihina clana diatas mata kaki (clana diatas mata kaki jelas sunnah) itu hal sepele.. hapuslah dendamu wahai NU ,kembali lagi pada Alquran dan Hadist.. bukankah sabda NABI "jika kalian nanti berselisih diantara sesama kaum muslim,maka kembalilah kepada ALQURAN dan SUNNAHku " naaah saya dan NU berselisih terkait kaidah,, naaaah maka kembalilah ke 2 hal tsbt,, setujukah anda ,,,,

    ReplyDelete
  6. Jadi ketahuan http://www.muslimedianews.com sebagai media pro taghut.. antek liberal.. antek kafir..

    ReplyDelete
  7. hya namanya juga orang NU, mereka kan g beda jauh sama syiah. yg selalu mmbuat aturan sendiri dalam ibadah. dan ritual2 yg g ada dalil dan ajranya sidalam islam. sekalinya diauruh kejalan yg benar. malah selalu bilang kalau

    ReplyDelete