Muslimedianews.com ~ Indera ke-6 pada manusia benar-benar ada, namun kemampuan tersebut bukan untuk melihat kematian melainkan untuk menghitung sesuatu. Hal itu karena manusia mampu memanfaatkan salah satu bagian otaknya untuk menentukan topografi, atau mendeskripsikan secara akurat dan rinci dari suatu wilayah, ukuran, struktur, dan fungsi. Klaim itu dinyatakan oleh Tim peneliti dari Utrecht University, Belanda.
"Contohnya adalah kemampuan menentukan jumlah kacang di dalam mangkuk atau jumlah kue di dalam toples," kata Benjamin Harvey, peneliti dari Utrecht University, dilansir National Monitor, 10 September 2013 lalu.
Harney menjelaskan, bagian indera ke enam manusia ini bekerja seperti pada lima indera lainnya, yaitu memetakan angka di dalam otak dan menghitungnya. Konsep itu biasa disebut numerosity. Ia mengatakan bahwa numerosity berbeda dari nomor-nomor simbolik. Simbol angka-angka hanya representatif, tapi numerosity lebih dari itu.
Untuk mengungkapkan kemampuan indera ke enam itu tim peneliti meneliti delapan orang dewasa untuk melihat pola-pola titik dengan jumlah yang variasi dari waktu ke waktu. Para peneliti juga melihat respon saraf di otak masing-masing peserta dengan teknik functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI).
Hasilnya peneliti menemukan otak manusia memiliki kemampuan numerosity untuk menentukan tata letak dari topografi. Ini menunjukkan bahwa topografi didapat dari kemampuan berpikir manusia.
"Kami sangat gembira korteks asosiasi di dalam otak mampu menghasilkan suatu bentuk topografi," kata Harvey.
"Kami juga percaya kemampuan numerosity atau indera ke enam ini jauh lebih baik dari keterampilan manusia dalam menghitung dalam ilmu matematika," kata Harvey. (eh)
"Contohnya adalah kemampuan menentukan jumlah kacang di dalam mangkuk atau jumlah kue di dalam toples," kata Benjamin Harvey, peneliti dari Utrecht University, dilansir National Monitor, 10 September 2013 lalu.
Harney menjelaskan, bagian indera ke enam manusia ini bekerja seperti pada lima indera lainnya, yaitu memetakan angka di dalam otak dan menghitungnya. Konsep itu biasa disebut numerosity. Ia mengatakan bahwa numerosity berbeda dari nomor-nomor simbolik. Simbol angka-angka hanya representatif, tapi numerosity lebih dari itu.
Untuk mengungkapkan kemampuan indera ke enam itu tim peneliti meneliti delapan orang dewasa untuk melihat pola-pola titik dengan jumlah yang variasi dari waktu ke waktu. Para peneliti juga melihat respon saraf di otak masing-masing peserta dengan teknik functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI).
Hasilnya peneliti menemukan otak manusia memiliki kemampuan numerosity untuk menentukan tata letak dari topografi. Ini menunjukkan bahwa topografi didapat dari kemampuan berpikir manusia.
"Kami sangat gembira korteks asosiasi di dalam otak mampu menghasilkan suatu bentuk topografi," kata Harvey.
"Kami juga percaya kemampuan numerosity atau indera ke enam ini jauh lebih baik dari keterampilan manusia dalam menghitung dalam ilmu matematika," kata Harvey. (eh)
Sumber : viva.co.id/Foto : www.cbsnews.com

No comments
Post a Comment