BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Wednesday, November 20, 2013

Kisah Pembohong dan Sok Tahu, Mengaku Hafal 12000 Hadits

Muslimedianews.com ~ Imam Ibn Hajar al-Asqallaniy Rahimahullah menceritakan dalam kitabnya Inba al-Gumr Fi Abna al-Umr tentang salah satu kebohongan orang yang sok tahu sebagai berikut: Ada seseorang yang bernama Syamsuddin Ibn A'thaillah al-Raziy al-Harawiy yang wafat pada tahun 887 H. Teman dekat penguasa Timurlank dia pernah mengaku punya daya ingat dan ilmu pengetahuan yang luar biasa mengaku hafal kitab shahih Imam Bukhari dan kitab Shahih Imam Muslim beserta sanad-sanad keduanya. Ia juga mengaku hafal 12.000 hadis lainnya sehingga banyak orang yang mengaguminya. 
 
Pada Suatu hari dia mengajar di satu majlis spontan dia mengeluarkan fatwa bahwa shalat Maghrib itu boleh diqoshor dalam perjalanan, hal itu berdasarkan hadis Jabir yang terdapat dalam kitab al-Firdaus karya Imam Abu al-Laits al-Samarqandiy. Para jamaah yang cerdas tidak mempercayainya, mereka pun tidak puas dengan mendengar fatwa nyeleneh Ibn A'tha tersebut. Mereka mencari kitab yang dia sebutkan, tetapi setelah dilihat dalam kitab tersebut, ternyata mereka tidak menemukan hadis Jabir yang disebutkan Ibn A'tha'. Dan sewaktu hal itu diberitahukan kepadanya, Ibn A'tha' menjawab:" Kitab karya Abu al-laits al-Samarqandiy itu ada 3 macam. Yang Kabir (besar), yang Ausath (sedang) dan yang Ashghar (kecil). Dan hadis Jabir itu terdapat dalam kitab yang Kabir (besar), tetapi sayang sudah tidak bisa ditemukan di negri ini. Orang-orang yang hadir di majlis tersebut merasa yakin dengan kebohongannya. Ini sebuah contoh dari kelugasan makna perkataan : "Jika seseorang berbicara tidak dalam kapasitasnya (tanpa ilmu), maka dipastikan dia akan mengeluarkan pendapat yang aneh-aneh."

Perhatikanlah keadaan orang yang mengaku-ngaku pintar itu. Karena tidak melihat ada orang lain yang mencela dan menyalahkan tindakannya, dengan leluasa ia asik menikmati sikap sok tahunya. Karena merasa malu kalau sampai tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh orang yang bertanya, sehingga ia tak segan-segan mengada-adakan kebohongan tanpa didasari ilmu. 
 
Ia memberikan fatwa dengan menggunakan ilmu Kirata yaitu memikirkan sesuatu yang kira-kira nyata, tanpa mengerti bagaimana mengambil jawaban yang terkandung dalam al-Qur'an dan Hadis. Ia hanya menduga-duga saja, padahal menduga-duga itu adalah ucapan paling dusta. ini sikap orang  yang sok tahu dan hanya punya modal keberanian dan kenekatan. Bagai Ikan teri mengaku ikan Bandeng.


Penulis : H. Rizqi Zulqornain al-Batawiy
Sumber : http://yayasanalmuafah.blogspot.com/2013/11/tong-kosong-nyaring-bunyinya.html
« PREV
NEXT »

No comments