Muslimedianews.com ~ Saat ini, segelintir orang awam merasa alergi dikatakan sebagai muqallid, walaupun faktanya mereka muqallid. Segelintir lainnya bahkan bertingkah seolah melebihi ulama, bahkan mujtahid, padahal mereka awam. Hal yang memang ironis, yang diakibatkan oleh doktrin beberapa kalangan yang tidak dicerna dengan tepat.
Oleh karena itu, perlu kiranya belajar dan merenung bagaimana seorang ulama besar, Imam al-Syathibi, yang dikenal keras dalam memberantas bid'ah, bahkan Wahhabi kerap kali merujuk kepada kitabnya (Al I'tishom) untuk membid'ahkan pihak lain. Akan tetapi, Imam al-Syathibi ternyata masih mengaku sebagai muqallid, padahal ilmunya begitu luas.
Berikut petikan perkataan Imam al-Syathibi :
Berikut petikan perkataan Imam al-Syathibi :
"Insya Allah saya tidak akan mengkhianati
amanat Allah dan agama-Nya dengan memilih salah satu pendapat untuk saya
fatwakan jika ada dua pendapat dalam mazhab karena
saya adalah seorang mukalid. Akan tetapi saya akan melihat apa yang
masyhur dan diamalkan dalam mazhab. Itulah yang akan saya sampaikan
kepada mustafti (peminta fatwa) tanpa menyebutkan pendapat lain. Jika
ada masalah dengan pendapat yang masyhur, dan saya tidak menemukan
tarjih dari para sesepuh antara dua pendapat ini, maka saya ber-tawaqquf
(tidak bisa memberikan fatwa).
Dikutip dari fp : Pecinta Ulama Al Azhar

No comments
Post a Comment