Muslimedianews.com, Surabaya ~ Pertemuan kiai-kiai muda dari 60 pesantren se-Jawa Timur, yang digelar hari ini (23/8/2014) di Surabaya, menghasilkan beberapa poin yang siap direkomendasikan ke Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar pada 31 Agustus mendatang.
Poin kesepakatan Bahsul Masail Kebangsaan PKB dalam Perspektif Para Muda Pesantren, yang digelar kiai-kiai muda atau yang akrab disapa gus (anak kiai) itu di antaranya, menolak keras Negara Islam Irak dan Suria (ISIS) di Indonesia, dan meminta perhatian PKB terhadap perkembangan pesantren.
Kemudian, mengharap PKB juga ikut aktif mendampingi pembangunan ekonomi pesantren melalui kebijakan pemerintah. Poin berikutnya, meminta PKB untuk wajib ikut serta mengawal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) dalam menjaga dan menegakkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah.
Dan yang terakhir, meminta PKB agar ikut aktif mewujudkan Pemilu Jurdil melalui parlemen.
"Kami juga meminta PKB untuk tidak meninggalkan caleg gagal di Pileg 2014. Kami ingin PKB ikut membesarkan hati caleg yang gagal agar tidak 'mutung'," kata Koordinator Bahsul Masail Kebangsaan, KH Ali Maki Zain (Gus Maki) di hadapan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar yang baru tiba di Surabaya.
Gus Maki, yang mewakili Ponpes Bahrul Hidayat, Banyuwangi itu, juga meminta Cak Imin, agar di Muktamar PKB nanti, juga mengagendakan pembentukan Mahkamah Etika, dengan tujuan untuk menyelesaikan konflik-konflik internal partai, yang bisa terjadi kapanpun.
Sementara itu, Cak Imin yang tiba didampingi Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, yang juga kakak kandungnya itu, berjanji siap membawa rekomendasi hasil pertemuan para kiai-kiai muda hari ini.
"Acara ini sangat penting. Semua pertanyaan-pertanyaan besar yang berkembang saat ini, sudah dijawab dalam pertemuan ini, yang Insya Allah, saya akan perintahkan untuk melaksanakan apa yang direkomendasi para kiai muda ini di Muktamar nanti," janji Cak Imin di hadapan para gus se-Jawa Timur.
"Saya bangga, seluruh pesantren di Jatim ini bisa solid, dan bisa menjawab segala tantangan yang terus berkembang. Apalagi posisi kiai-kiai muda ini sangat strategis, untuk terus berfikir bagi perkembangan pesantren. Tantangan besar akan lebih muda jika kita (PKB) bisa terus bersinergi dengan pesantren," sambung Cak Imin.
Sekadar diketahui, gelar Bahsul Masail Kebangsaan PKB dalam Perspektif Para Muda Pesantren, yang digelar para anak-anak kiai di 60 pesantren se-Jawa Timur ini, merupakan agenda di luar Muktamar PKB, yang sedianya akan digelar pada 31 Agustus di Empire Palace Jalan Blauran, Surabaya.
Hasil dari pertemuan yang dihadiri Ketua Umum DPP PKB itu, akan direkomendasikan menjadi agenda pembahasan Muktamar PKB nanti.
Hadir di acara itu, M Shodif (Gus Shodif) dari Ponpes Al Falah Malang, Gus Hazani Zubair (Ponpes Nurul Chilil, Bangkalan) Gus Toif (Ponpes Al Falah, Ploso, Jombang), Gus Ahmad Athoillah (Ponpes Denanyar, Jombang), Gus Aizzudin (Ponpes Tebuireng, Jombang), Gus Faiz (Ponpes Nurul Jadid, Probolinggo) serta sejumlah kiai-kiai muda yang lain.
Sumber Merdeka
Poin kesepakatan Bahsul Masail Kebangsaan PKB dalam Perspektif Para Muda Pesantren, yang digelar kiai-kiai muda atau yang akrab disapa gus (anak kiai) itu di antaranya, menolak keras Negara Islam Irak dan Suria (ISIS) di Indonesia, dan meminta perhatian PKB terhadap perkembangan pesantren.
Kemudian, mengharap PKB juga ikut aktif mendampingi pembangunan ekonomi pesantren melalui kebijakan pemerintah. Poin berikutnya, meminta PKB untuk wajib ikut serta mengawal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) dalam menjaga dan menegakkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah.
Dan yang terakhir, meminta PKB agar ikut aktif mewujudkan Pemilu Jurdil melalui parlemen.
"Kami juga meminta PKB untuk tidak meninggalkan caleg gagal di Pileg 2014. Kami ingin PKB ikut membesarkan hati caleg yang gagal agar tidak 'mutung'," kata Koordinator Bahsul Masail Kebangsaan, KH Ali Maki Zain (Gus Maki) di hadapan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar yang baru tiba di Surabaya.
Gus Maki, yang mewakili Ponpes Bahrul Hidayat, Banyuwangi itu, juga meminta Cak Imin, agar di Muktamar PKB nanti, juga mengagendakan pembentukan Mahkamah Etika, dengan tujuan untuk menyelesaikan konflik-konflik internal partai, yang bisa terjadi kapanpun.
Sementara itu, Cak Imin yang tiba didampingi Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, yang juga kakak kandungnya itu, berjanji siap membawa rekomendasi hasil pertemuan para kiai-kiai muda hari ini.
"Acara ini sangat penting. Semua pertanyaan-pertanyaan besar yang berkembang saat ini, sudah dijawab dalam pertemuan ini, yang Insya Allah, saya akan perintahkan untuk melaksanakan apa yang direkomendasi para kiai muda ini di Muktamar nanti," janji Cak Imin di hadapan para gus se-Jawa Timur.
"Saya bangga, seluruh pesantren di Jatim ini bisa solid, dan bisa menjawab segala tantangan yang terus berkembang. Apalagi posisi kiai-kiai muda ini sangat strategis, untuk terus berfikir bagi perkembangan pesantren. Tantangan besar akan lebih muda jika kita (PKB) bisa terus bersinergi dengan pesantren," sambung Cak Imin.
Sekadar diketahui, gelar Bahsul Masail Kebangsaan PKB dalam Perspektif Para Muda Pesantren, yang digelar para anak-anak kiai di 60 pesantren se-Jawa Timur ini, merupakan agenda di luar Muktamar PKB, yang sedianya akan digelar pada 31 Agustus di Empire Palace Jalan Blauran, Surabaya.
Hasil dari pertemuan yang dihadiri Ketua Umum DPP PKB itu, akan direkomendasikan menjadi agenda pembahasan Muktamar PKB nanti.
Hadir di acara itu, M Shodif (Gus Shodif) dari Ponpes Al Falah Malang, Gus Hazani Zubair (Ponpes Nurul Chilil, Bangkalan) Gus Toif (Ponpes Al Falah, Ploso, Jombang), Gus Ahmad Athoillah (Ponpes Denanyar, Jombang), Gus Aizzudin (Ponpes Tebuireng, Jombang), Gus Faiz (Ponpes Nurul Jadid, Probolinggo) serta sejumlah kiai-kiai muda yang lain.
Sumber Merdeka

No comments
Post a Comment