BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Thursday, February 19, 2015

Kalian Bela Agama dengan Kekerasan, Kenapa Beliau Tidak Boleh Membela dengan Kasih Sayang?

Muslimedianews.com ~ Tulisan ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap aksi-aksi pihak yang mengaku santri tetapi menjelekkan ulama.
"Kalau kalian merasa benar membela agama dengan kekerasan, kenapa beliau tidak boleh membela agama dengan kasih sayang?"
***
Kemarin (15/2/2015) saya sempat membaca status seorang santri yang menjelek-jelekkan Simbah Kakung. Sebagai puterinya, wajar bila saya merasa sedih dan tidak terima.

Tapi kemudian saya ingat, tiap kali beliau mendapat tuduhan dari orang yang tidak benar-benar kenal beliau, reaksi beliau santai saja dan hanya tertawa-tawa. Saya yang wadul dengan emosi jiwa bingung sendiri jadinya. Kenapa sih beliau tidak tergerak untuk sekedar klarifikasi?

Akhirnya saya mengerti. Bagi beliau penilaian manusia tidaklah penting. Berbuat baik tidak untuk dipamer-pamerkan. Bersikap tulus dan apa adanya lebih nyaman buat beliau daripada selalu berbungkus pencitraan. Alih-alih marah, beliau memilih memaklumi, sebagai manusia, siapa saja bisa bertindak keliru..
Tapi saya kadung geregetan. Jadi saya ingin bertanya pada orang-orang yang dengan mudah menghakimi beliau berdasarkan pendapatnya sendiri itu..

Kalau kalian merasa benar membela agama dengan kekerasan, kenapa beliau tidak boleh membela agama dengan kasih sayang?

Kalau kalian boleh menganggap yang berbeda pemahaman dengan kalian itu sesat dan pantas dihajar, kenapa beliau tidak boleh memandang mereka yang berbeda itu sebagai sesama makhluk Allah yang layak dikasihi?

Siapa yang tahu, di akhir hidup justru merekalah yang mendapatkan rahmah dan hidayah?

Saya iseng kepoin lagi akun si santri. Ternyata status yang ditulisnya kmarin telah dihapus.

Hai, siapapun Anda dan apapun prasangka Anda, tidak sedikitpun mengurangi rasa kagum, hormat dan cinta saya pada beliau
***
~Oleh: Kautsar Mustofa Uzmut
via facebook / Foto : Dua ulama besar Indonesia yaitu KH. Mustofa Bisri (Gus) dan KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen)

« PREV
NEXT »

No comments