Melihat potensi unggul pada sejumlah pelajar ASEAN, pengurus Masjid Al-Azhar yang dipimpin oleh Syaikh Emad al-Dardiri berinisiatif untuk mengadakan pengajian di Masjid Al-Azhar dengan pengajar dari para pelajar ASEAN yang sedang studi di program doktoral dan master di Universitas Al-Azhar dan lainnya. Pengajian ini akan disampaikan dengan bahasa Melayu/Indonesia dan direkam oleh TV AZHAR.
Menurut Manager TV AZHAR untuk ASEAN Ust. M. Hidayatulloh, sejatinya program ini sudah digulirkan sejak beberapa bulan yang lalu, namun baru dapat terlaksana pada beberapa hari yang lalu mengingat sejumlah prosedur yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Masih menurutnya, untuk sementara ini program ini baru terlaksana untuk pelajar-pelajar dari Indonesia dan Malaysia, sementara negara-negara ASEAN lainnya insyaallah menyusul.
Sementara itu, untuk materi pengajian, pihak Al-Azhar meminta kepada para pengajar untuk mengajarkan kitab-kitab turats (klasik) Ahlussunnah Waljamaah tingkat pemula dan menengah agar dapat diikuti oleh para pelajar ASEAN yang baru datang guna menjadi bekal untuk mengaji kepada para ulama Al-Azhar di level lanjutan. Ini juga agar rekaman pengajian kelak dapat dinikmati oleh masyarakat ASEAN secara luas. Para pengajar juga diminta untuk memberikan pencerahan terkait isu-isu kontemporer yang menjadi tantangan dakwah Ahlussunnah Waljamaah.
Selama masa ujian para mahasiswa S-1 Universitas Al-Azhar, untuk sementara pengajian di Masjid Al-Azhar diliburkan. (ruwaqazhar.com/ald)

No comments
Post a Comment