"Pembunuhan sandera Kroasia adalah perbuatan iblis yang tak ada kaitannya dengan agama dan tradisi," kata Al-Azhar seperti dikutip AFP.
Penculikannya telah membuat warga asing yang bekerja pada perusahaan-perusahaan multinasional menjadi khawatir dan sekaligus menandakan daya jangkau ISIS, kendati ada kampanye militer besar-besaran melawan ISIS di Mesir.
Mesir mengintensifkan upaya mencari Salopek setelah ISIS merilis video pembunuhanan itu Rabu kemarin, namun sampai kini mereka belum bisa memastikan nasib Salopek.
Pada video itu, Salopek, yang berlutut di samping seorang militan bertopeng dan menghunus pisau, dipaksa membacakan pernyataan yang menyatakan dia akan dieksekusi dalam 48 jam jika Kairo tidak membebaskan tahanan perempuan di berbagai penjara.
Seorang analis Mesir menilai tuntutan pembebasan tahanan perempuan adalah bagian dari propaganda ISIS untuk menarik perhatian warga Mesir yang umumnya membenci ISIS, demikian AFP. (Antara/Mukafi Niam)
sumber via antara

No comments
Post a Comment