Banyak kelebihan yang menonjol dalam buku ini, diantaranya: Pesan-pesan moral, tidak mengekor pada paham aliran dan golongan tertentu. Setiap masalah dibahas secara obyektif dan profesional. Setiap pendapat ulama' disebutkan dalil dan kitab rujukannya, Bersikap netral dan bijak dalam menyikapi masalah. Tidak mudah menghukumi haram dan bid'ah, bila masalahnya tidak bertentagan dengan aqidah dan syari'at. Semua itu tidak terlepas dari keilmuan dan profesionalitas penulisnya sehingga tidak mudah membid'ahkan dan mengharamkan yang seharusnya tidak bid'ah dan haram, hanya karena membela kepentingan organisasi, aliran, sekte atau bahkan partai politik yang mempolitisir agama sebagai kedok.
Kami lidak mempermasalalikan orang suka tahlilan atau tidak, karena itu budaya, bukan kewajiban agama, namun yang menjadi masalah adalah pemberian hukum khurofat, musyrik, jahiliyah, Nashrani, Yahudi dan bid'ah yang disandangkan oleh sebagian orang pada acara tersebut. Apakah hanya karena mengadakan dzikir atau tahlil yang tujuannya mendo'akan dan hadiah pahala pada orang tua yang wafat masuk neraka?. Masalah inilah yang perlu diluruskan.
Tidaklah benar ajaran yang menilai acara tahlilan haram, bid'ah, khurofat, musyrik dan makanan yang dihidangkan haram. Acara tahlilan kematian tidak sama dengan acara ritual kematian atau Kifarah yang dilakukan orang jahiliyah. Dan menilai mendo'akan dan hadiah pahala pada orang mati tidak ada gunanya, adalah ajaran yang salah, karena menyalahi syari'at islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. Sebab sesuai al-Qur'an, sunnah dan ijma' ulama'. orang islam yang meninggal masih mendapat manfaat dari yang hidup. baik do'a, hadiah pahala, shadaqah dan lainnya.
Judul: Bid'ahkah Tahlilan dan Selamatan Kematian?
Penulis: Drs. KH. M. Sufyan Raji Abdullah, Lc.
Penerbit: Pustaka Al Riyadl
Harga: Rp. 20.000,-
Sumber: Toko Buku Al Barokah

No comments
Post a Comment