Dalam menghadapi Globalisasi tentunya PMII Kota Malang sudah mempersiapkan Grand Desain yang sangat mencengangkan, khususnya yang akan diterapkan di local Kota Malang dan sekitarnya. Begitu pun dengan menyadarkan karakter PMII Kota Malang yang sempat hilang setelah di bumingkannya bahwa PMII Kota Malang sebagai corong kaderisasi.
Permasalahan terkini yang telah disebutkan oleh salah satu Badan Pengurus Harian PMII Kota Malang. Pertama, semakin marak aliran yang akan menghancurkan Ideologi Bangsa melalui pemberdayaan Ekonomi masyarakat setelah muncul kembali Islam Nusantara.
Gagasan Islam Nusantara yang diangkat melalui Muktamar NU Ke 33 menyebabkan golongan Islam Transnasional semakin gigih menebar ajaran melalui masyarakat lapis bawah. Islam Nusantara yang mencoba masuk dalam dunia Internasional di prediksi oleh aliran Islam Impor akan memiliki titik kelemahan bahwa penguatan Ideologi itu tidak akan dilakukan di masyarakat lapis bawah, maka dari itu PMII yang akan bertarung di lapis bawah khususnya daerah Malang sebagai daerah pusat pertarungan Ideologi.
Kedua , Kejahatan tersistem yang dilakukan para pemodal sampai birokrat menyebabkan pendidikan masyarakat semakin pragmatism dan serba praktis. Sehingga di mata masyarakat budaya kebersamaan luntur menjadi serba Kapitalis-individual. Pun dengan golongan pemuda yang akhirnya mengalami krisis moral dan akhlak. Dalam menyikapi ini PMII menggandeng Pemerintah Daerah menyadarkan masyarakat akan pentingnya keadilan social dan kekayaan moral, karena Kota Malang sebagai basis pendidikan.
Ketiga , Menyadarkan karakter Kader PMII Kota Malang yang Berani (Berani Tarung Wacana dan Tarung Karya ) sebagai modal sumbangsih gerakan PMII Kota Malang dalam meng Counter opini public tentang perang era globalisasi. Bukan corong kaderisasi tapi sebagai corong pemikiran dan mental, itulah PMII Kota Malang. PMII Kota Malang sudah siap bertarung melawan kejahatan tersistem. ( pwopi )
No comments
Post a Comment