Tidak diketahui siapa yang pertama kali membuat istilah tersebut, tetapi istilah tersebut cukup dipopulerkan oleh pengguna sosial media bernama Permadi Arya melalui akun dan fanpage facebooknya.
Istilah 'IQ Jongkok' disosial media digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki tingkat pemahaman yang rendah dalam mencerna permasalahan yang terkait dengan umat Islam sehingga mereka menggunakan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah. "IQ" mereka dianggap tidak mampu memahami ajaran Islam yang benar. Akibatnya mereka cenderung bertindak keras, suka mengkafirkan bahkan pro terhadap terorisme.
Ya, istilah tersebut pada dasarnya ditujukan kepada kalangan Wahhabi yang ekstrim. Istilah lain yang sering dipakai oleh pengguna sosial media adalah "Sindrom 2D" untuk mengambarkan keterlambatan berfikir dan kekakuan kalangan Wahhabi.
Dalam fanpage yang dikelola oleh Permadi Arya yang saat ini telah hilang dari facebok, terdapat tulisan "Menyembuhkan sindrom 2D (IQ Jongkok0".
red. Ibnu Manshur

No comments
Post a Comment