Oleh : Dwi Agus Wahyudi*
Tahukah sahabat, diantara 12 bulan dalam setahun ada empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. ketetapan Allah SWT ini dapat kita peroleh keterangnnya di dalam Al Quran. Perhatikan ayat berikut ini :
Artinya : Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan
Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan
haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu
menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum
musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya,
dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At Taubah : 36)
Berdasarkan ayat di atas, kita diberikan petunjuk oleh Allah SWT bahwa diantara 12 bulan ada empat bulan yang dimuliakan (haram).
Empat bulan yang dimaksud oleh ayat tersebut dijelaskan oleh Nabi
Muhammad saw melalui sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari
berikut ini :
181/4294. Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah
dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya waktu
telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah
menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan,
diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut,
yaitu Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil tsani dan Sya'ban.' (HR. Bukhari)
Dari
keterangan Hadits tersebut, dapat kita ketahui bahwa keempat bulan yang
dimuliakan Allah SWT yang dimaksudkan dalam ayat di atas adalah sebagai
berikut :
- Dzuk Qa’dah
- Dzul Hijjah
- Muharram
- Rajab
Dari
keempat bulan tersebut kita diminta untuk lebih bersungguh-sungguh
untuk tidak menganiaya diri sendiri, dan juga bersungguh-sungguh untuk
meningkatkan amal sholeh kita. Tentu saja nilainya akan lebih disisi
Allah SWT jika dilakukan di dalam empat bulan haram tersebut.
Mungkin
sahabat sudah mengerti dengan bagaimana caranya meningkatkan amal
sholeh, tapi mungkin ada yang masih bingung, tentang apa yang dimaksud
dengan “menganiaya diri sendiri”?
Menganiaya
diri sendiri yang dimaksud Allah SWT adalah BERBUAT DOSA. Segala dosa
yang kita peroleh dari kesalahan-kesalahan kita sedikit pun tidak
merugikan Allah SWT tapi merugikan diri kita sendiri.
Sebagai
contoh, Allah SWT mewajibkan kita untuk sholat lima waktu. Jika kita
meninggalkan baik sebagian atau keseluruhan dari lima waktu tersebut
maka DOSA-lah kita. Akibat dari kelalaian kita ini tidak merugikan Allah
SWT sedikit pun, dampaknya tidak lain adalah pada diri kita sendiri.
Singkatnya
di dalam empat bulan tersebut, marilah kita lebih berhati-hati dan
menjaga diri dari perbuatan dosa. Dosa itu sendiri sumbernya hanya ada
dua, yaitu :
- Melakukan yang DILARANG Allah SWT
- Tidak melakukan yang DIWAJIBKAN Allah SWT
Itulah dua sumber yang menyebabkan seseorang berdosa. Ya, hanya ada dua itu sahabat. Sederhana kan!
Mensekutukan
Allah SWT, membunuh tanpa alasan yang benar, meminum minuman keras,
berjudi, berzina adalah sebagian dari LARANGAN Allah SWT. Maka, jika
sahabat ada yang melakukan yang dilarang Allah SWT tersebut maka
konsekuensinya adalah DOSA.
Sumber
kedua yang menyebabkan manusia berdosa adalah TIDAK MELAKUKAN
(mengabaikan) yang diwajibkan Allah SWT. Sholat lima waktu adalah ibadah
yang diwajibkan, maka jika ditinggalkan konsekuensinya adalah DOSA.
Begitu juga dengan puasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan
menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, itu semua adalah kewajiban yang
jika ditinggalkan maka berdosalah manusia tersebut.
Apa sih pentingnya manusia menjaga diri dari DOSA?
Banyak manusia yang lalai dan belum mengetahui pentingnya menjaga diri dari dosa. Arti pentingnya adalah : DOSA adalah satu-satunya sebab Allah SWT menurunkan azab kepada seseorang.
Allah
SWT yang berkuasa menimpakan azab kepada siapapun yang dikehendakiNya,
dan tidak ada yang berkuasa selain Allah, ya, hanya Allah SWT. Dan hanya
Allah SWT pula yang dapat menolong seseorang dari bencana dan musibah,
ya, sekali lagi hanya Allah, Allah SWT. hal ini dijelaskan Allah SWT
dalam ayat berikut ini :
Artinya : Dan
jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada
yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan
kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan
Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha
Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An’aam : 17-18)
Pertanyaan berikutnya, apakah Allah SWT menganiaya diri kita tanpa sebab?
Allah Maha Penyayang, sehingga mustahil bagi Allah SWT menganiaya hamba-hambaNya.
Bencana
serta musibah yang kita alami sehingga hidup terasa sulit, hati sering
gelisah, hidup terasa berat dan tersiksa adalah karena Allah SWT
mengijinkan azab turun menimpa kita. Tidak ada yang lain selain Allah
SWT. Dan satu-satunya alasan Allah SWT mengijinkan azab itu turun adalah
karena kita memiliki DOSA. Hal ini juga sudah dijelaskan Allah SWT di
dalam Al Quran, perhatikan ayat berikut ini :
Artinya : Apa
saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana
yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu
menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. An Nisaa’ : 79)
Dari ayat di atas, Allah SWT memberitahukan kepada kita, bahwa Allah SWT hanya memberikan kenikmatan, sedangkan bencana
yang menimpa kita adalah karena dosa kita sendiri. Dengan demikian,
jika seseorang tidak memiliki dosa, maka tidak ada alasan lagi bagi
Allah SWT untuk menurunkan azab. Maka, bahagialah kehidupan dunia dan
akhirat orang tersebut. Inilah arti pentingnya menghindari DOSA.
Marilah
sahabat kita bersama-sama menjaga diri dari dosa. Lakukan dengan lebih
bersungguh-sungguh terutama dalam empat bulan yang dimuliakan Allah SWT
tersebut. Mohon ampunlah kepada Allah sebanyak mungkin dan mintalah
Rahmat dan Karunia dariNya, lalu sambutlah hidup bahagia di dunia dan
akhirat.
Wallahu a’lam bish-showab
*Dwi Agus Budi, asal Jepara
No comments
Post a Comment