وَعِبَارَةُ شَيْخِنَا وَتُسَنُّ التَّهْنِئَةُ بِالْعِيدِ وَنَحْوِهِ مِنْ الْعَامِ وَالشَّهْرِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ مَعَ الْمُصَافَحَةِ إنْ اتَّحَدَ الْجِنْسُ فَلَا يُصَافِحُ الرَّجُلُ الْمَرْأَةَ وَلَا عَكْسُهُ ... وَتُسَنُّ إجَابَتُهَا بِنَحْوِ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنْكُمْ أَحْيَاكُمْ اللَّهُ لِأَمْثَالِهِ كُلَّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ ا هـ . (حواشي الشرواني - ج 3 / ص 56)
Redaksi guru kami bahwa disunahkan mengucapkan selamat Hari Raya dan lainnya, dalam setahun atau sebulan, menurut pendapat yang kuat disertai berjabat tangan, jika sejenis. Maka tidak boleh laki-laki bersalaman dengan wanita dan sebaliknya. Dan disunahkan menjawabnya dengan ucapan “Semoga Allah menerima ibadah anda dan Allah memberi penghidupan kepada anda sepanjang tahun, anda dalam keadaan baik” (Hawasyi al-Syarwani, 3/56)
Dalam berjabat tangan maupun bersalaman ini memiliki etika yang disampaikan oleh Imam al-Nawawi:
وَيُسْتَحَبُّ مَعَ الْمُصَافَحَةِ الْبَشَاشَةُ بِاْلوَجْهِ وَالدُّعَاءُ بِالْمَغْفِرَةِ وَغَيْرِهَا. (روضة الطالبين وعمدة المفتين - ج 4 / ص 10)
Dianjurkan saat bersalaman menampakkan wajah yang berseri-seri, dan doa ampunan atau lainnya (Raudlah al-Thalibin, 4/10)
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, dan saling memaafkan lahir-batin.
Ust. Muhammad Ma'ruf Khozin
No comments
Post a Comment