Melihat dinamika konflik di berbagai negara-negara muslim timur tengah yang tak kunjung usai, Gus Yaqut berharap GP Ansor melalui departemen hubungan internationalnnya, sudah bisa mulai berkontribusi di kancah international. Salah satu strateginya adalah dengan membuat cabang-cabang di luar negeri.
“Jadi kalau di NU ada Pengurus Cabang Istimewa (PCI), di Ansor Ada namanya Pimpinan Cabang Khusus (PCK). Insyalloh PKC Arab Saudi bulan depan segera menggelar Peletihan Kepemimpinan Dasar yang akan disusul Malaysia dan Australia” tuturnya kepada Ansornews.com
Hal ini penting melihat bagaimana tantangan Ansor saat ini salah satunya adalah “dibanjirinya” idiologi gerakan transnasional seperti wahabisme, komunisme dan liberalisme. Dengan adanya pengurus cabang di berbagai negara diharapkan Ansor dapat memahami wacana yang dibangun di negara-negara tersebut dan sekaligus mengkampanyekan Islam yang damai, moderat khas Ahlussunnah Wal jama’ah.
“Jadi selain kita nantinya bisa memahami wacana di negara-negara tersebut, pengurus cabang khusus nantiya bisa sekaligus mensyiarkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah, Islam yang damai seperti Islam Nusantara” pungkasnya .(*)
sumber Anshor News

No comments
Post a Comment