Muslimedianews.com, Kairo ~ Beberapa minggu terakhir ini Mesir kembali memanas setelah Ikhwanul Muslimin (IM) menuduh mantan Mufti Agung Republik Arab Mesir Prof. Dr. Shaikh Ali Gom’ah telah memerintahkan militer untuk membunuh para demonstran. Video ceramah Shaikh Ali Gomah yang telah diedit tersebar luas di dunia maya. Seluruh media elektronik IM memberitakan hal ini, baik di Mesir maupun luar Mesir.
Shaikh Ali Gomah tidak tinggal diam, beliau pun mengklarifikasi berita dusta tersebut. Beliau menyatakan bahwa ceramahnya dalam rekaman tersebut hanya terkait para teroris di Sinai yang mengancam keamanan Mesir, juga para demonstran anarkis yang membawa senjata.
Sabtu (19/10/2013) Shaikh Ali Gomah menuliskan dalam status facebooknya sebagaimana berikut:
(Red. Abdurrahman)
Shaikh Ali Gomah tidak tinggal diam, beliau pun mengklarifikasi berita dusta tersebut. Beliau menyatakan bahwa ceramahnya dalam rekaman tersebut hanya terkait para teroris di Sinai yang mengancam keamanan Mesir, juga para demonstran anarkis yang membawa senjata.
Sabtu (19/10/2013) Shaikh Ali Gomah menuliskan dalam status facebooknya sebagaimana berikut:
Demonstrasi damai adalah hak setiap orang yang dilindungi oleh negara dan hukum. Akan tetapi jika demonstran damai berubah menjadi demonstran yang membawa senjata untuk membunuh dan menghancurkan maka negara harus melawannya.
Terjadi dialog antara saya dengan seorang pelajar:
Pelajar: Mengapa Anda menfatwakan untuk membunuh para demonstran?
Shaikh Ali: Apakah kamu mendengarnya langsung dari saya?
Pelajar: Tidak, saya tidak mendengar langsung dari Anda.
Shaikh Ali: Inilah masalahnya, kamu tidak mendengarkannya langsung dari saya. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu berdusta dengan berbicara tentang semua yang ia dengar.” Apakah kamu tahu hadis ini?
Pelajar: Tidak.
Shaikh Ali: Apakah kamu ingin berbohong atas namaku padahal kamu tidak mendengarkannya langsung adariku?
Saya tahu anak ini hanya sekedar menyampaikan berita. Akan tetapi dia telah salah besar karena tidak memverifikasi berita yang dia dengar. Ajaran agama kita semuanya berlandaskan pada verifikasi. Krisis kita saat ini semuanya bermuara pada tidak adanya sikap ingin memverifikasi berita. Semua darah suci yang telah mengalir saat ini adalah dampak dari hal ini. Perkara ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian, demikian yang dikatakan oleh Syu’bah.
Berita tersebut adalah dusta, saya tidak pernah mengatakan: “Bunuhlah para demonstran!” Saya pun tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut. Ini adalah dusta Ikhwanul Muslimin pada situs-situs mereka. Karena mereka sedang merancang untuk membunuh saya. Untuk mendapatkan pembenaran pembunuhan saya mereka ingin mengkafirkan saya. Untuk mendapatkan pembenaran pengkafiran saya mereka mengatakan bahwa saya telah menghalalkan darah kaum muslimin. Menurut mereka saya termasuk dalam golongan kaum munafik. Maka mereka memerintahkan untuk membunuh saya dengan rentetan pikiran seperti itu.
(Red. Abdurrahman)
Sumber: Moslem Info

No comments
Post a Comment