BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, October 20, 2013

Hukum Menjual Pakaian Ketat didalam Islam

Muslimedianews.com ~ Sangat banyak pedagang pakaian yang menjual pakaian ketat, atau dipandang sebagai "pakaian tidak Islami". Tentunya syariah memiliki kaidah-kaidah tertentu dalam hal ini terkait apakah si penjual itu boleh menjualnya atau tidak, serta apakah seseorang boleh melakukan kontrak kerja dengan penjual pakaian ketat tersebut.

Seorang ulama dunia, mufti negeri Mesir Syaikh Ali Jum'ah (Ali Gomaa) - Darul Ifta' Mesir, pernah memberikan jawaban atas hal semacam ini didalam fatwanya, isinya sebagai berikut :

من المقرر شرعا أن السلعة إذا كانت صالحة للاستعمال على الوجهين: وجه الحل ووجه الحرمة، فإن الإثم في استعمالها على جهة الحرام إنما يلحق مستعملها وحده، وليس على الصانع ولا على البائع في ذلك من حرج، وليس أصحاب هذه المحلات بمكلفين أن يسألوا كل امرأة عن خروجها محجبة أو غير محجبة؛ حيث إنه يمكن للمرأة أن تلبس هذه الملابس في بيتها أو تحت عباءتها، وعليه فلا حرمة في بيعها ولا في التعامل مع من يبيعها
"Diantara yang ditetapkan oleh kaidah syariat, bahwa sebuah barang yang mengandung dua sisi hukum; halal dan haram, maka dosa dari penggunaan barang tersebut untuk sesuatu yang haram adalah dibebankan kepada penggunanya saja, bukan dibebankan pada pembuatnya ataupun penjualnya. 

Pemilik toko itu tidak diharuskan menanyakan kepada setiap perempuan yang membeli pakaian itu, apakah dia keluar rumah dengan memakai pakaian islami atau tidak. Karena, bisa saja dia memakai pakaian itu di dalam rumahnya atau dia memakainya sebagai pakaian dalam. Oleh karena itulah, tidak apa-apa menjual pakaian seperti itu dan melakukan kontrak kerja dengan toko yang menjualnya.".


Sumber : Darul Ifta Mesir/Foto: www.panoramio.com
« PREV
NEXT »

No comments