Muslimedianews.com, Kairo ~ Gerakan Ikhwan Tanpa Kekerasan (Brothers Without Violence / إخوان بلا عنف) adalah sempalan dari gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang menolak keras sikap provokatif para qiyadah (pimpinan) saat ini yang mengorbankan ribuan jiwa orang-orang tak berdosa. Kemarin, "Ikhwan Bila 'Unf" mengajukan berkas-berkas “Yayasan Al-Banna” ke Kementerian Sosial. Juru bicara gerakan ini, Husain Abdurrahman mengatakan bahwa dewan direksi sementara yayasan terdiri dari 15 orang, lima orang diantaranya dari kalangan wanita, lima orang dari kalangan pemuda, dan lima orang dari kalangan senior. Dia juga menjelaskan bahwa Samir Amir, mantan salah seorang pimpinan IM, terpilih sebagai ketua sementara untuk masa bakti enam bulan, dan setelah itu akan diadakan pemilihan ketua yang baru.
“Mereka (anggota "Ikhwan Bila 'Unf", red) berusaha untuk mengangkat Dr. Kamal Helbawi, mantan petinggi IM atau Dr. Ali Jum’ah, mantan mufti Mesir sebagai ketua Yayasan,” tambah Samir kepada harian elwatan.
Samir menjelaskan bahwa program kerja yayasan sangat menekankan pada dakwah Islam dan menyebarkan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip yang disebutkan oleh syariat Islam. Dia juga menjelaskan bahwa Al-Quran dan Sunnah adalah pedoman yayasan. Selain itu, yayasan tidak akan terjun ke dunia politik dan akan menjauhkan diri dari cara pikir radikal yang merusak manhaj Islam yang benar.
Samir memberitahu bahwa mereka akan berusaha mengajak seluruh anggota IM yang tidak terlibat di dalam kasus kekerasan dan penumpahan darah rakyat mesir. Hal itu demi kembali kepada manhaj pendiri IM, Hasan al-Banna yang mendirikan gerakan tersebut pada tahun 1928. Ia juga menjelaskan bahwa mereka akan menerima sumbangan dana dari anggota setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Sosial untuk mengumumkan berdirinya yayasan.
“Jika sudah mendapatkan persetujuan, kami akan mengajukannya ke pengadilan administrasi,” tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa kantor yayasan berada di daerah Piramida. Mereka menolak mengambil kantor IM yang berada di Muqattam, karena memiliki catatan buruk dalam pandangan rakyat Mesir.
Samir Amir, kepada harian elwatan mengatakan: “Hingga saat ini tidak seorangpun dari elemen yang terlibat tindakan kekerasan yang bergabung dengan yayasan yang hanya akan berfungsi sebagai lembaga sosial saja. Tujuan kami adalah kembali kepada Islam yang moderat dan kembali kepada pemikiran Hasan al-Banna, yang menolak mencampurkan politik dengan agama”. Ia juga menuduh pimpinan-pimpinan IM saat ini telah memecah-belah rakyat Mesir sebab jamaah IM ini, dan cara berpikir para pemimpin IM saat ini tidak fleksibel. (kzh)
“Mereka (anggota "Ikhwan Bila 'Unf", red) berusaha untuk mengangkat Dr. Kamal Helbawi, mantan petinggi IM atau Dr. Ali Jum’ah, mantan mufti Mesir sebagai ketua Yayasan,” tambah Samir kepada harian elwatan.
Samir menjelaskan bahwa program kerja yayasan sangat menekankan pada dakwah Islam dan menyebarkan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip yang disebutkan oleh syariat Islam. Dia juga menjelaskan bahwa Al-Quran dan Sunnah adalah pedoman yayasan. Selain itu, yayasan tidak akan terjun ke dunia politik dan akan menjauhkan diri dari cara pikir radikal yang merusak manhaj Islam yang benar.
Samir memberitahu bahwa mereka akan berusaha mengajak seluruh anggota IM yang tidak terlibat di dalam kasus kekerasan dan penumpahan darah rakyat mesir. Hal itu demi kembali kepada manhaj pendiri IM, Hasan al-Banna yang mendirikan gerakan tersebut pada tahun 1928. Ia juga menjelaskan bahwa mereka akan menerima sumbangan dana dari anggota setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Sosial untuk mengumumkan berdirinya yayasan.
“Jika sudah mendapatkan persetujuan, kami akan mengajukannya ke pengadilan administrasi,” tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa kantor yayasan berada di daerah Piramida. Mereka menolak mengambil kantor IM yang berada di Muqattam, karena memiliki catatan buruk dalam pandangan rakyat Mesir.
Samir Amir, kepada harian elwatan mengatakan: “Hingga saat ini tidak seorangpun dari elemen yang terlibat tindakan kekerasan yang bergabung dengan yayasan yang hanya akan berfungsi sebagai lembaga sosial saja. Tujuan kami adalah kembali kepada Islam yang moderat dan kembali kepada pemikiran Hasan al-Banna, yang menolak mencampurkan politik dengan agama”. Ia juga menuduh pimpinan-pimpinan IM saat ini telah memecah-belah rakyat Mesir sebab jamaah IM ini, dan cara berpikir para pemimpin IM saat ini tidak fleksibel. (kzh)
Sumber : El Watan News via Mosleminfo/Foto: bbc.co.uk

No comments
Post a Comment