Muslimedianews.com ~ Dilema Mengakui Al-Albani sebagai Ahli Hadits, Merobohkan Pondasi Ajaran Wahabi dari Akarnya
Oleh : Ust. Muhammad Idrus Ramli
Oleh : Ust. Muhammad Idrus Ramli
(Pendiri Bina Aswaja Publishing, Pakar Aswaja Indonesia)
Di satu sisi kaum Salafi-Wahabi menganggap Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi sebagai pimpinan aliran mereka, dan memberinya gelar al-Imam Syaikhul Islam. Di sisi lain, Salafi-Wahabi juga menganggap al-Albani sebagai ahli hadits terkemuka Salafi-Wahabi abad modern. Di sini pasti menimbulkan persoalan.
Di satu sisi kaum Salafi-Wahabi menganggap Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi sebagai pimpinan aliran mereka, dan memberinya gelar al-Imam Syaikhul Islam. Di sisi lain, Salafi-Wahabi juga menganggap al-Albani sebagai ahli hadits terkemuka Salafi-Wahabi abad modern. Di sini pasti menimbulkan persoalan.
Mengapa demikian? diam-diam al-Albani memvonis Syaikh Ibnu Abdil Wahhab an-Najdi, sang pendiri Salafi-Wahabi, sebagai orang yang tidak pernah menekuni ilmu hadits dan bodoh terhadap mana hadits yang shahih dan mana yang dha’if.
Oleh karena itu, masih kata al-Albani, Ibnu Abdil Wahhab an-Najdi juga menyampaikan hadits-hadits yang menjerumuskan pada kesyirikan dalam akidah.
Nah, di sini al-Albani telah menampar pendiri Salafi-Wahabi dua kali, pertama tamparan bodoh dalam ilmu hadits, dan kedua menuduhnya menyebarkan kesyirikan.
Tak ayal, demi membela pendiri Salafi-Wahabi, Syaikh Ismail al-Anshari menulis bantahan terhadap al-Albani, sebagaimana dalam gambar. Kitab bantahan tersebut telah disebarkan di dunia maya oleh kaum Salafi-Wahabi. Tentu saja, al-Anshari juga memvonis al-Albani bodoh juga.
Walhasil, kesimpulan dari artikel ini, pendiri Salafi-Wahabi seorang yang bodoh dan penebar kesyirikan kata al-Albani, dan al-Albani juga bodoh kata al-Anshari. Kalau Anda kaji lagi dalam tulisan-tulisan al-Albani, Anda akan menemukan hukuman balik al-Albani terhadap al-Anshari.
Monggo kaum Salafi-Wahabi menanggapi.

No comments
Post a Comment