BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Monday, October 21, 2013

Tiga Intruksi Tokoh Ikhwanul Muslimin dari Balik Penjara Turrah

Muslimedianews.com, Kairo ~ Gerakan Ikhwanul Muslimin (IM) telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh cabang organisasi IM untuk kembali berdemonstrasi di area dekat bundaran Tahrir Minggu (20/10/2013). Instruksi itu muncul disaat terjadinya penolakan dari sebagian kalangan muda IM dan para petinggi Koalisi Nasional Pendukung Legitimasi, karena khawatir jatuh korban, sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya.

Di saat yang sama, sumber militer menjelaskan bahwa mereka akan menghadang sekuatnya segala upaya dari IM yang ingin menguasai bundaran Tahrir. Kader IM Muhmmad Faraj berkata: “Kami akan berdemonstrsi di Ramsis, di tempat terdekat ke Bundaran Tahrir, atau dekat jalan Qasr el-Aini di jalan Corniche atau dekat dengan Maspero, sebagai bentuk usaha untuk menembus sampai ke dalam bundaran Tahrir.”

Mustafa As Suyuti (kader IM) juga mengisyaratkan  bahwa pada hari-hari yang akan datang akan banyak diadakan rapat-rapat untuk mempelajarai seluruh strategi yang memungkinkan untuk menguasai bundaran Tahrir dan meminimalisir kerugian selama proses penguasaan.

Di pihak lain, Muhammad Ibrahim (pemuda IM) mengatakan bahwa para pemimpin IM telah mendorong kader-kader ke neraka, tanpa memperdulikan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan ditangkap.

“Usaha apapun yang dilakukan untuk menguasai bundaran Tahrir akan dihadapi dengan tegas. Kami tidak akan membiarkan mereka masuk ke Tahrir. Sudah ada strategi yang jitu untuk mengontrol Tahrir, Rabiah el-Adawea dan Nahdah, secara penuh,” kata sumber militer kepada harian el-Watan.  

Sementara itu pada hari raya Idul Adha, para petinggi IM mendapat kunjungan dari keluarga masing-masing di penjara Turrah. Keluaga para petinggi IM tersebut kemudian membawa beberapa surat kepada Dr. Muhmmad Ali Basyar dan Dr. Amru Darraj (dua petinggi IM) dan pimpinan-pimpinan gerakan internasional, yang berisi instruksi;

1) meningkatkan instensitas demonstrasi, 
2)  meningkatkan kekerasan terhadap militer di Sinai, dan
3) menggagalkan pengadilan mantan presiden Muhammad Mursi.

Ezzat Taufik (istri Syatir) kemarin juga mengunjungi suaminya. Sumber terdekat menyebutkan bahwa Syatir meminta kepada istrinya untuk menyampaikan pesan kepada Basyar agar meningkatkan demonstrasi pada hari-hari ke depan dan menolak inisiatif Dr. Ahmad Kamal Abu Al Majd (intelektual Islam).

Dia juga meminta kepada istrinya tersebut untuk menyampaikan pesan kepada gerakan internasional Ikhwanul Muslimin dan gerakan Hamas untuk meningkatkan kekerasan terhadap militer di Sinai dan pentingnya menggagalkan pengadilan terhadap Muhammad Mursi pada tanggal 4 November yang akan datang.

Sumber-sumber tersebut juga menambahkan bahwa kemungkinan penjara Turrah juga akan dikunjungi oleh Sa’ad Al Katatni, presiden Partai Kebebasan dan Keadilan, untuk mengetahui pendapatnya tentang peningkatan krisis atau melakukan gencatan. (Redaktur: Mustaqim)

Sumber : El Watan news via Moslem Info
« PREV
NEXT »

1 comment