Muslimedianews.com, Palangka Raya ~ Aksi penolakan sumpah pemuda yang dilancarkan oleh aktivis pemuda Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Kalteng dan daerah lainnya di Indonesia, beberapa hari lalu memantik kecaman dari berbagai kalangan . Golongan tua dan muda di Kalteng menilai aksi tersebut, sebagai upaya menghapus sejarah.
Dari golongan tua, Sabran Achmad mengungkapkan Sumpah Pemuda 1928 silam merupakan peristiwa bersejarah yang tidak bisa diganggu gugat. Sebab, peristiwa itu adalah tonggak sejarah dan menjadi embrio semangat kemerdekaan Republik Indonesia (RI). “Sumpah Pemuda juga awal bangkitnya nasionalisme dan semangat kejuangan,” ungkap Sabran, Selasa (29/10/2013) sore.
Penolakan terhadap sumpah pemuda adalah sikap yang sangat keliru dan sangat patut disesalkan. Sabran yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng itu, berpesan kepada generasi muda untuk kembali mempelajari sejarah, khususnya yang berkaitan dengan Sumpah Pemuda kala itu. “Sangat keliru menolak,” tandasnya.
Hal senada dilontarkan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palangka Raya Andi Wirahadi Kusuma. Dikatakannya Sumpah Pemuda merupakan satu momentum kebangkitan pemuda Indonesia untuk menolak penjajahan bangsa asing kala itu dan ia sangat tidak setuju atas penolakan itu.
“Menolak sumpah pemuda itu dasarnya apa? Sebaiknya mereka yang menolak itu kembali membaca sejarah. Aksi mereka itu bisa dikatakan, sebagai sikap yang salah,” cetus Andi.
Andi juga menangkis tudingan dari pendemo, yang menyebut jika sumpah pemuda merupakan ilusi yang dibangun oleh penjajah. “Apa yang mereka sebut itu tidak benar. Karena politik penjajah visinya adalah adu domba, sedangkan momentum sumpah pemuda adalah semangat penolakan terhadap penjajahan dan saat itu juga sumpah pemuda itu diprakarsai oleh seluruh pemuda di Nusantara,” kata Andi.
Sumber : Kalteng Pos
Baca Juga :

No comments
Post a Comment