Muslimedianews.com ~ Beredar sebuah scanning halaman buku dijejaring sosial facebook yang didalamnya tertulis, KH. A. Wahid Hasyim berasal dari PKI (Partai Komunis Indonesia). Kesalahan sangat fatal tersebut berada pada kolom yang menjelaskan komposisi Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947).
Adalah buku berjudul "Nasionalisme dan Revolusi Indonesia" yang didalamnya terdapat kesalahan fatal tersebut. Buku itu merupakan karya George McTurnan Kahin, yang diterbitkan oleh Penerbit Komunitas Bambu, tahun 2013, pada halaman 274. (Terbit pertama tahun 1952).
Sampai saat ini (2/11/2013) belum dapat diketahui apakah kesalahan fatal tersebut terdapat unsur kesengajaan untuk melakukan pengkaburan sejarah atau ketidak sengajaan karena adanya kesalahan cetak.
Dalam sejarah yang benar, pada Kabinet Sjahrir III yang memerintah antara tanggal 2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947, KH. A. Wahid Hasyim berasal dari partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia), bukan PKI (Partai Komunis Indonesia).
KH. Abdul Wahid Hasyim
KH. A. Wahid Hasyim sendiri merupakan pahlawan nasional Indonesia dan menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia. Lahir di Jombang pada 1 Juni 1914 dan meninggal pada usia yang cukup muda yaitu 38 tahun, di Cimahi, Jawa Barat, 19 April 1953.
Ia merupakan ayah dari presiden keempat Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dus) sekaligus anak dari Hadlatusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
KH. A. Wahid Hasyim sendiri merupakan pahlawan nasional Indonesia dan menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia. Lahir di Jombang pada 1 Juni 1914 dan meninggal pada usia yang cukup muda yaitu 38 tahun, di Cimahi, Jawa Barat, 19 April 1953.
Ia merupakan ayah dari presiden keempat Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dus) sekaligus anak dari Hadlatusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Tanggal 24 Oktober 1943, ia ditunjuk menjadi Ketua Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) menggantikan MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia). Selaku pemimpin Masyumi, beliau merintis pembentukan Barisan Hizbullah yang membantu perjuangan umat Islam mewujudkan kemerdekaan.
Ia juga pernah mendirikan Sekolah Tinggi Islam di Jakarta pada tahun 1944. Diantara kiprahnya, antara lain : pernah menjadi Ketua PBNU, anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), hingga Menteri Agama pada tiga kabinet (Hatta, Natsir, dan Sukiman).
Adapun Masyumi adalah sebuah partai politik yang berdiri pada tanggal 7 November 1945 di Yogyakarta. Partai ini didirikan melalui sebuah Kongres Umat Islam pada 7-8 November 1945, dengan tujuan sebagai partai politik yang dimiliki oleh umat Islam dan sebagai partai penyatu umat Islam dalam bidang politik. (*)
Penulis : Ibnu Manshur
Sumber : Wikipedia, Link Kesalahan Fatal [klik]
![]() |
| Scanning Halaman Buku |

No comments
Post a Comment