Muslimedianews.com, Jember ~ Sebuah diskotik yang lokasinya berdekatan dengan masjid di kompleks pertokoan Gajah Mada Square, Jalan Gajah Mada, Kabupaten Jember, Jawa Timur digeruduk oleh sejumlah ulama. Mereka menuntut tempat hiburan maksiat tersebut ditutup. (8/11/2013)
Para ulama itu datang dengan didampingi anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Jember Khoirul Hadi. Mereka langsung ditemui oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Jember Komisaris Cecep Susatya yang berjaga. Polisi mengantisipasi terjadinya bentrokan antara santri yang mengikuti ulama dengan para penjaga diskotik
Ada dua tempat dalam satu kompleks yang disasar para ulama, yakni diskotik dan rumah karaoke. Ulama dan perwakilan warga sekitar berang, karena dua tempat itu berdekatan dengan dua masjid dan makam tokoh Nahdliyyin KH Achmad Shiddiq.
"Kiai Achmad Mursyid (salah satu ulama NU saat masih hidup) menangis melihat di antara dua masjid ada tempat maksiat," seru Kiai Iqbal, seorang ulama
"Kiai Achmad Mursyid (salah satu ulama NU saat masih hidup) menangis melihat di antara dua masjid ada tempat maksiat," seru Kiai Iqbal, seorang ulama
"Kami tak hendak melawan polisi. Kami hanya ingin menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (mencegah kejahatan dan mengajak kebaikan)," tambah KH Abdul Hamid Hasbullah. Para perwakilan ulama akhirnya bersedia bertemu dengan perwakilan pengelola diskotik dan karaoke di salah satu cafe yang dikosongkan. [wir]
Sumber : Berita Jatim

No comments
Post a Comment