Muslimedianews.com, Makassar ~ Juru Bicara (Jubir) Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ustad Ismail Yusanto, membantah lembaga
pejuang Khilafah ini anti-pemilu.
"Siapa bilang HTI anti-pemilu.
Kami juga tidak pernah menyerukan golput. Yang kami selalu ingatkan
adalah 'haram hukumnya' memilih caleg atau pemimpin yang tidak bermoral.
Kami selalu ingatkan kepada kader dan masyarakat agar memilih caleg dan
pemimpin yang peduli pada syariat Islam," jelas Ismail. Penegasan itu disampaikan Ismail di redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Makassar, Sabtu (15/3/2014) sore.
"Fokus
perjuangan HTI adalah perubahan peradaban. Makanya kita masih menempuh
jalur seperti ini, jalur penyadaran dan pemikiran. Peradaban itu selalu
berganti. Dulu ketika peradaban Islam mewarnai dunia, perdadan Persia
dan Romawi terkubur. Sekarang yang mengemuka adalah peradaban Romawi
lewat negara Barat. Makanya harus kita perjuangan lagi agar peradaban
Islam mengemuka lagi," jelas Ustad Yusanto.
Apa HTI akan menjadi
partai politik? "Ha...ha...ha... Tujuan perjuangan kita adalah perubahan
peradaban. Kami belum melihat pentingnya perjuangan ini dilakukan lewat
partai. Kami tidak ingin peradaban itu dipaksakan sebagaimana yang
mereka lakukan. Kita inginkan agar perubahan peradaban itu muncul dari
arus bawah, dari masyarakat," kata Ustad Yusanto.(*)
Sumber : makassar.tribunnews.com
Orang-orang beriman komit dengan haq Allah dan tidak mengikuti haqnya manusia, memang manusia tak punya haq apapun disisi Allah, dan Allah melarang bertolongan dalam dosa, Allah menganjurkan bertolongan dalam kebajikan, dunia ini akan cepat hancur bila dipimpin orang-orang yang tak berakhlaq karimah, dan akan cepat rusak pula persaudaraan bila dipimpin orang-orang yang mengatas namakan golongan, yang benar kembali kejalan Quran, bertaqwalah jika engkau menganggap dirimu dari umat yang satu (Umatau waahidah) S.23:52)
ReplyDelete