BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Sunday, February 22, 2015

Gus Nuril dan Habib Syech, Kita Sama-Sama NU

Muslimedianews.com ~ Untuk menanggapi ini, saya harap jangan dulu dikaitkan dengan isu "Merendahkan Habaib" dan "Pluralisme Gus Dur" dan atau "Gusdurian". Sama sekali tidak ada kaitannya. Karena kedua belah pihak sama-sama pencinta, Gus yang mencintai Habaib, juga Habib yang mencintai Gawagis (para Gus). Hal itu terlihat dari kumpulan dan yang mereka kerabati. Pun keduanya sama-sama NU tulen. Kita fokuskan ke dua nama; Gus Nuril dan Habib Syekh. Dari keduanyalah kisah ini bermula.

Berawal dari ceramahnya Habib Syekh, meski tanpa menyebut nama siapa Gus/Kyai/Habib, beliau menyampaikan pendapat ketidaksetujuannya seorang ulama (NU) ceramah di gereja apapun alasannya.


Begitupun beliau tidak setuju jika ada seorang ulama tapi suka ngamukan. Setidaknya ada 3 kata yang mungkin kurang berkenan didengar para audiens, "Ora Waras alias Gila", "Liberal" dan "Perusak Bangsa". Kemudian timbulllah komentar dari banyak pihak, baik dengan nada sinis maupun dukungan.

Beberapa waktu kemudian, setelah santer alamat itu oleh para komentator ditujukan kepada Gus Nuril, akhirnya berbalas juga dengan menyisipkannya di pengajian umum. Gus Nuril menyayangkan sikap Habib Syekh tersebut. Kata "Goblok" pun tak terhindarkan keluar dari lisan beliau. Yang diinginkannya adalah Habib Syekh datang, duduk bareng dan ngomong baik-baik ketidaksetujuannya. Bukan dengan diumbar di muka umum. Selengkapnya bisa Anda simak video keduanya yang telah banyak tersebar di youtube.

Alhasil, dari kejadian ini ada satu pelajaran yang mesti kita berhati-hati; "Hati-hatilah dengan hati dan hati". Kita punya hati, orang lain pun memiliki. Hati kita tak mau tersakiti, maka jangan kau berbuat menyakiti. Mari duduk bersama saling mengutarakan argumen dalam diskusi. Apapun ketidaksetujuanmu, jika bukan masalah prinsip maka wajib saling menghargai. "Ma khaba man istasyara wala nadima man istakhara", takkan tercela jika dimusyawarahi dan takkan kecewa jika diistikharahi.

Habib Syekh NU, Gus Nuril juga NU. Keduanya sama-sama ulama, yang juga pengurus NU. Kita semua yang NU, tidak selayaknya turut memperkeruh suasana padahal tak tahu-menahu. Mungkin diam kita lebih baik daripada turut bersuara tapi malah kacau. Biarlah keduanya menyelesaikan secara kekeluargaan dan kembali berjuang bahu-membahu. Untuk Islam, Bangsa, dan kejayaan NU. Aamiin ya Ilahiy ya Badi'u.

Sudah...

Oleh : Sya'roni As-Samfury
« PREV
NEXT »

13 comments

  1. Ya tapi di NU itu gak ada ajaran liberal liberal adalah sesat, nuril gak usah diundang msyarakat karena menyesatkan, majulah Habib Syekh jangan takut.

    ReplyDelete
  2. Tidak ada nu tidak ad aNKRI

    ReplyDelete
  3. Muhammad Lutfi Hakim23 February 2015 at 16:48

    Faham NU Meneruskan Faham Para Wali 9....

    ReplyDelete
  4. Zildan Olivian Meitano23 February 2015 at 17:43

    diam lebih baik..

    ReplyDelete
  5. Yg Jelas...dsini Indonesia...bkn Timur tengah,...disini Islam Tumbuh dr Hati,..bkn Paksan, trik, intrik ad lg politis....dn Islam bkn hanya sbuah Agama,..ttpi Kehidupan itu sndri...krn Islam adlah Agama yg Fitrah.

    ReplyDelete
  6. Berdialok itu langkah yg mimang di perintahkan

    ReplyDelete
  7. وآمرهم شوري بينهم......اﻷية

    ReplyDelete
  8. Pentingnya adalah, AGAR TIDAK TER SERET KE ALIRAN LAIN MISAL WAHABI, Sebagai Umat Islam, selain menjalankan Kewajiban sebagai Muslim, kita wajip punya Pondasi, dan Aliran yg SAH, Dan di naungi Baik Hukum maupun Para ULamak Penurus dakwahnya Kanjeng nabi,,

    ReplyDelete
  9. lha menurut anda NU itu bagaimana?

    ReplyDelete
  10. Lha iya lah, masak Lha iya dong.

    ReplyDelete
  11. Smoga permasalahanya cpet slsai,dan ga ada lagi permasalahan didalam nu/islam/sesama agama.amin

    ReplyDelete