![]() |
| Kondisi masjid aman terkendali (ilustrasi) |
Jakarta, Muslimedianews,com ~ Warga RW.01 Cengkareng Barat, Jakarta membantah adanya penyerangan atau perebutan kepengurusan Masjid As-Salam. Warga mengaku kondisi di lingkungan masjid baik-baik saja.
"Cuma insiden kecil aja, tidak ada yang dibesar-besarkan. Kita semua di sini baik-baik saja dan damai," kata Bambang, salah seorang warga RW. 01, Sabtu (28/2/2015).
Menurut Bambang, sebelumnya memang ada permasalahan terkait kepemilikan masjid. Warga muslim setempat mengatakan Masjid As-Salam Cengkareng Barat merupakan milik umum yang berdiri di tanah negara bukan milik organisasi tertentu. Masjid itu juga didirikan bersama-sama dengan warga Muslim lainnya di RW 01.
Bambang menambahkan, masjid ini juga dulunya didirikan atas nama yayasan Assalam dan bukan milik organisasi tertentu. "Karena dengan adanya Yayasan Assalam itu maka Masjid Jami Assalam yang dulunya hanya sebuah surau kecil dan taman bermain, kini dapat berdiri dan digunakan warga untuk shalat berjamaah," terang Bambang.
Kapolsek Cengkareng Komisaris Polisi Sutarjono mengatakan, tidak ada penyerangan yang terjadi di Masjid As-Salam, Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Kompol Sutarjono menjelaskan situasi di lingkungan Masjid As-Salam aman terkendali. Menurut dia, konflik yang terjadi hanya karena salah paham dan masalah internal. "Tadi kita ke sana bareng bapak Kapolda ikutan Maulid Nabi sekalian cek lokasi, semua aman," kata Sutarjono.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Cengkareng Barat, Jupri, mengatakan kondisi di lingkungan Masjid As-Salam aman terkendali. Menurutnya, semua permasalahan sudah diselesaikan dengan cara bermusyawarah antara kedua belah pihak.
"Aman kok, semua kita sudah selesaikan secara musyarawarah dengan kedua belah pihak. Ini hanya masalah beda pendapat tentang kepengurusan masjid dan kepemilikan," kata Jupri di kantor kelurahan Cengkareng Barat, Sabtu (28/2/2015).
Jupri juga mengatakan acara Maulid Nabi pada Sabtu pagi tadi juga berjalan dengan aman. Jupri menuturkan pada acara tersebut hadir dari pihak MUI Jakarta Barat, Kapolda Metro Jaya, Kapolres Jakarta Barat, dan 30 personil anggota Shabara.
"Dari pihak polisi hanya untuk mengamankan acara, karena ada isu yang beredar ada mau penyerangan entah dari mana. Tapi, sejauh ini semua aman terkendali dan masyarakat beraktivitas seperti biasa," ujar Jupri.
Sumber: Republika.

No comments
Post a Comment