Cirebon, Muslimedianews.com ~ Keluarga Besar NU (KBNU) Cirebon mengecam unjuk rasa kelompok GAPAS pada
15 Februari lalu di pesantren Nurul Qur'an desa Setu Kulon, Weru,
Cirebon. KBNU menilai aksi GAPAS menghadirkan citra negatif pesantren
itu di masyarakat. Karena dicitrakan seolah-olah mengajarkan paham
sesat, beberapa hari terakhir aktivitas terhenti di pesantren tersebut
termasuk berhentinya aktivitas santri menghafal Al-Qur'an.
KBNU
selama ini memang bersikap toleran terhadap gerakan ekstrem GAPAS yang
dipimpin Andi Mulya. Namun, pihak KBNU kini merespon aktif kelompok yang
menamakan Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS) yang
mengatasnamakan agama dengan dalih menegakan amar ma'ruf nahi munkar.
Menurut
KBNU, cara dakwah GAPAS berlebihan karena dilakukan dengan kekerasan
yang jelas munkar, intimidasi, dan teror, bukan dengan cara-cara yang
ma'ruf (kebaikan) sebagaimana ajaran dakwah Rasulullah SAW.
Ketua
Rabithah Ma'had Islamy (RMI) Cirebon KH Badrudin Hambali menilai, aksi
Andi Mulya bersama kelompoknya melebihi batas karena melakukan penekanan
terhadap MUI untuk mengeluarkan fatwa sesat terhadap kelompok atau
majelis tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan paham GAPAS.
"Apa
yang sudah dilakukan Andi Mulya sudah berlebihan. Dengan dalih fatwa
MUI, GAPAS melakukan tindakan kekerasan dengan membubarkan kelompok
tersebut," ujarnya saat ditemui setelah pertemuan bersama KBNU di
pesantren Assalafiyah, Bode, Plered, Cirebon, Jumat (28/2/2015).
Dalam
pertemuan ini KBNU menyatakan sikap terkait permasalahan tersebut.
Mereka mengecam segala bentuk eksploitasi agama Islam sebagai pembenaran
tindak kekerasan, intimidasi, dan teror terhadap kelompok tertentu.
Karena, hal tersebut bertentangan dengan visi Islam yang mengajarkan
sikap santun, damai, dan toleran.
KBNU juga mengimbau masyarakat Cirebon untuk mewaspadai gerakan apapun terutama yang mengatasnamakan agama.
Keluaga
Besar NU terdiri atas beberapa unsur organisasi. Mereka yang tergabung
antara lain RMI, GP Ansor, Majelis Dzikir Rijalul Ansor, Banser, Pagar
Nusa, ISNU, IPNU, IPPNU, PMII, Fatayat NU, Lakspesdam NU, KSS, Pesantren
Gedongan, Pesantren Kempek, Hamada, Pesantren Babakan Ciwaringin,
Pesantren Balarante, Pesantren Kepuh, dan Pesantren Salafiyah Bode. (A Imam Baehaqi/Alhafiz K)
sumber nu.or.id
Friday, March 06, 2015
Home
Indonesian
Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem GAPAS di Cirebon
Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem GAPAS di Cirebon
-
Friday, March 06, 2015
Edit this post
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
Most Reading
-
Muslimedianews.com ~ Daftar Pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, pe...
-
Muslimedianews.com ~ Menjadi orang tua bagi anak-anak sangat gampang. Ia boleh menunggu saja anak-anak keluar dari rahim istrinya atau m...
-
Muslimedianews.com ~ Footnote atau Catatan Kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab...
-
Muslimedianews.com ~ TRADISI 4 DAN 7 BULANAN KEHAMILAN Ngapati atau Ngupati adalah upacara selamatan ketika kehamilan menginjak pada us...
-
Muslimedianews.com ~ Kitab Fathul Izar adalah karya ulama Nusantara, KH. Abdullah Fauzi Pasuruan. Menerangkan tentang perihal nikah dan...
-
Muslimedianews.com ~ Dalam salah satu tulisannya yang membahas mengenai melihat gambar porno atau melihat gambar aurat wanita, DPP Hizbu...
-
Muslimedianews ~ KH. Ahmad Dahlan dan Kh. Hasyim Asy’ari itu sekawan, sama-sama menunut ilmu agama di Arab Saudi. Sama-sama ahli hadits d...
-
Muslimedianews.com ~ Seorang polisi, seharusnya memiliki sikap yang bijak dan memiliki jiwa pengayom masyarakat, serta memahami sejarah ne...
-
Muslimedianews.com ~ Muharram merupakan bulan pertama dalam tahun Islam (Hijrah). Sebelum Hijrah Rasulallah dari Mekah ke Yathrib kiraan...

No comments
Post a Comment