BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Friday, March 06, 2015

Inilah Tempat Yang Paling Mulya Melebihi Daripada Ka'bah

Muslimedianews.com ~ Dimanakah tempat dimuka bumi ini yang paling mulya?. Ternyata ulama telah menyatakan dan mereka juga telah bersepakat bahwa tempat yang paling mulya di permukaan bumi ini adalah tempat yang disana ada jasad manusia paling agung dialam semesta ini.

وأجمعوا على أن الموضع الذى ضم أعضاءه الشريفة- صلى الله عليه وسلم- أفضل بقاع الأرض، حتى موضع الكعبة، كما قاله ابن عساكر والباجى والقاضى عياض، بل نقل التاج السبكى كما ذكره السيد السمهودى فى «فضائل المدينة» عن ابن عقيل الحنبلى أنها أفضل من العرش، وصرح الفاكهانى بتفضيلها على السماوات ولفظه: وأقول أنا وأفضل من بقاع السماوات أيضًا، ولم أر مَنْ تعرَّض لذلك.
"Ulama telah berijma' bahwa tempat yang dihuni oleh jasad Rasulullah Shallallahu 'Alayhi wa Sallam adalah paling mulyanya tempat dipermukaan bumi, bahkan Ka'bah sekalipun. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu 'Asakir, (Abul Walid) al-Baji dan al-Qadli 'Iyyadl (dengan lafadh "tempat kubur Nabi"), bahkan Tajuddin al-Subki menukil sebagaimana disebutkan oleh al-Sayyid al-Samhudi didalam kitab Fadloilul Madinah dari Ibnu 'Aqil al-Hanbali bahwa "Tempat yang dikuburkan (qubira) jasad al-Musthofa Saw. juga lebih mulya daripada 'Arsy".  Al-Fakihani memperjelas tentang kemulyaannya atas seluruh langit dengan lafadhnya: Aku berkata yaitu aku: "dan juga lebih mulya dari seluruh langit, dan aku tidak melihat ulama yang mengingkari yang demikian".


Disebutkan dalam kitab al-Mawahib al-Ladunniyah bil Minahil Muhammadiyah karya Syihabuddin al-Qasthalani (w 923 H) dan kitab Syarahnya karya Az-Zarqani al-Maliki. Dalam kitab itu terdapat isykal bahwa kemulyaan tempat karena adanya aktifitas amal (berpahala) disana sedangkan tidak mungkin beramal didalam qubur tersebut, kemudian hal itu disanggah oleh al-Qarafi, bahwa kemulyaan bisa juga karena kedekatan dan menempelnya sesuatu sepertinya halnya sampul mushhaf (al-Qur'an) yang lebih mulya daripada sampul-sampul lainnya sehingga orang yang berhadats pun tidak boleh menyentuhnya, bukan hanya karena banyaknya pahala. 

Syaikh Nuruddin al-Hallabi didalam al-Sirah al-Halabiyyah juga menerangkan:

وقام الاجماع على أن هذا الموضع الذي ضم أعضاءه الشريفة صلى الله عليه وسلم أفضل بقاع الأرض حتى موضع الكعبة الشريفة قال بعضهم وافضل من بقاع السماء أيضا حتى من العرش
"Ulama telah berijma' bahwa tempat yang dimakamkan padanya jasad Rasulullah Saw. merupakan tempat paling mulya diseluruh bumi, bahkan lebih mulya dari Ka'bah al-Syarifah. Sebagian ulama berkata: bahkan lebih mulya dari seluruh langit hingga 'Arsy sekalipun"

Oleh : Ibnu L' Rabassa



« PREV
NEXT »

1 comment

  1. Semoga itu tidak membuat kita menjadi berlebih lebihan Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Tatkala Allah menurunkan ayat﴿وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ﴾ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat!”, (QS. 26:214), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdiri dan berseru, “Wahai kaum Quraisy – atau perkataan yang mirip ini-, selamatkanlah jiwa kalian sesungguhnya aku tidak bisa menolong kalian sama sekali. Wahai bani Abdu Manaf, aku sama sekali tidak bisa menolong kalian. Wahai Abbas bin Abdilmuttholib, aku tidak bisa menolongmu sama sekali. Wahai Sofiyah bibinya Rasululllah, aku sama sekali tidak bisa menolongmu. Wahai Fatimah putri Muhammad, mintalah kepadaku apa yang engkau kehendaki dari hartaku, aku sama sekali tidak bisa menolongmu” HR Al-Bukhari no 4771..............Berkata Syaikh Utsaimin, “Sikap berlebih-lebihan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengantarkan kepada pemyembahan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana kenyataan yang terjadi sekarang. Ada orang yang berdoa meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah di sisi kuburan beliau dengan berkata, “Wahai Rasulullah, tolonglah kami, Wahai Rasulullah pertolonganmu, Siramilah kami dengan hujan, wahai Rasulullah negeri kami kering, musim kemarau…” dan demikianlah doa-doa mereka. Bahkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri seseorang berdoa kepada Allah dibawah mizab ka’bah[17] dengan membelakangi ka’bah dan menghadap ke Madinah karena menurut dia menghadap kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia dan lebih afdhol dibanding menghadap kiblat. Na’udzubillah.

    Sebagian mereka berkata, “Ka’bah lebih afdhol daripada hujroh[18], namun jika Nabi berada dalam hujroh tersebut maka demi Allah ka’bah sama sekali tidak lebih afdhol daripada hujroh, tidak cuma ka’bah bahkan ‘Arsy dan para malaikat yang mengangkat ‘Arsy, tidak juga surga”. Ini merupakan sikap berlebih-lebihan yang tidak diridhoi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi kita dan juga bagi dirinya. Yang benar memang jasad Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih afdhol, adapun perkataan hujroh lebih afdhol daripada ka’bah, Arsy, dan surga karena Rasulullah ÷ berada di dalamnya adalah kesalahan yang sangat besar. Semoga Allah menyelamatkan kita dari hal ini” Al-Qoul Mufid 1/372

    ReplyDelete