“Dari Ahnaf bin Qais, berkata: “Aku mendengar Umar berkata: “Seseorang dari kaum Quraisy tidak memasuki satu pintu, kecuali orang-orang akan masuk bersamanya.” Aku tidak mengerti maksud perkataan beliau, sampai akhirnya Umar ditusuk, lalu memerintahkan Shuhaib menjadi imam sholat selama tiga hari dan memerintahkan menyediakan makanan bagi manusia. Setelah mereka pulang dari jenazah Umar, mereka datang, sedangkan hidangan makanan telah disiapkan.
Lalu mereka tidak jadi makan, karena duka cita yang menyelimuti. Lalu Abbas bin Abdul Mutthalib datang dan berkata: “Wahai manusia, dulu Rasulullah SAW meninggal, lalu kita makan dan minum sesudah itu. Lalu Abu Bakar meninggal, kita makan dan minum sesudahnya. Wahai manusia, makanlah dari makanan ini.” Lalu Abbas menjamah makanan itu, dan orang-orang pun menjamahnya untuk dimakan. Aku baru mengerti maksud pernyataan Umar tersebut.”
Hadits diriwayatkan oleh Aththabarani, didalamnya ada rawi bernama Ali bin Zaid, hadits beliau HASAN, rawi lainnya ternasuk rawi yang shahih.
Disebutkan pula didalam Majmu' Fatawa wa Maquulaat Mutanawwi'ah juz 13 halaman 373. Ulama Wahabi Syaikh Bin Baz pernah ditanya mengenai makan-makan dirumah duka:
وَقَالَ الشَّيْخُ عَبْدُالْعَزِيْزِ بْنُ بَازٍ ( ت 1420هـ) ـ رحمه الله تعالى ـ عِنْدَمَا سُئِلَ عَنْ جُلُوْسِ أَهْلِ الْمَيِّتِ لِاسْتِقْبَالِ الْمُعَزِّيْنَ وَاجْتِمَاعِهِمْ لِذَلِكَ.
قَالَ ـ رحمه الله تعالى ـ:( لَا أَعْلَمُ بَأْسًا فِيْمَنْ نَزَلَتْ بِهِ مُصِيْبَةٌ بِمَوْتِ قَرِيْبٍ، أَوْ زَوْجَةِ، وَنَحْوِ ذَلِكَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْمُعَزِّيْنَ فِيْ بَيْتِهِ فِي الْوَقْتِ الْمُنَاسِبِ، لِأَنَّ التَّعْزِيَةَ سُنَّةٌ، وَاسْتِقْبَالَ الْمُعَزِّيْنَ مِمَّا يُعِيْنُهُمْ عَلَى أَدَاءِ السُّنَّةِ؛ وَإِذَا أَكْرْمَهُمْ بِالْقَهْوَةِ، أَوِ الشَّايِ، أَوِ الطَّيِّبِ، فَكُلُّ ذَلِكَ حَسَنٌ
Berkata Syeikh Abdul Aziz Ibn Baaz (wafat tahun 1420 H) ketika ditanya tentang duduknya keluarga mayit menemui orang-orang bertakziah. Beliau menjawab: “Tidak apa-apa bagi orang yang tertimpa musibah dengan kematian kerabatnya, istrinya dan sebagainya untuk menemui orang bertakziah dirumahnya pada waktu yang pantas. Karena takziah hukumnya sunnah, menemui orang bertakziah termasuk menolong mereka dalam menjalankan sunnah. Dan jika mereka disuguhi kopi, teh dan (makanan) yang enak maka itu semuanya adalah bagus.
- Oleh : KH. Abdullah 'Afif

No comments
Post a Comment