Syaikh Idahram juga mengajak kepada pihak yang telah menuduhnya untuk menyadap handphonenya bila masih tidak percaya bahwa ia bukan Syi'ah. Bahkan ia, siap untuk ber-mubahalah dengan orang yang telah menuduhnya.
Syaik Idahram adalah Nama Pena
Terkait dengan tidak menggunakan nama asli dalam bukunya, Ust. Marhadi mengatakan bahwa nama Syaikh Idahram adalah nama pena yang sah-sah saja. Identitasnya nama pena Syaikh Idahram baru dibuka dalam buku ke-3 dan ke-4.
Penggunaan nama pena dalam beberapa buku yang pertama-tama terbit, menurutnya karena untuk memimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
"Syaikh Idahram itu nama pena. Syah2 saja menggunakan nama pena. Toh identitasnya diungkap dibuku ke3 dan ke4 saya. Tujuan awyalnya untuk meminimalisir hal2 yg tdk diinginkan. Karena dlm penelitian kami, orang2 yg mengkritisi wahabi banyak yg mati. Sebut misalkan, Prof. Nasir Said, penulis buku keluarga Saud. Dia menyatakan keluarga saudi keturunan Yahudi yg masuk islam. Dia pun mati ditembak orang ga dikenal dlm perjalanan ke yordania. Ga usah jauh2, orang indonesia wartawan Tempo, Jafar Busyairi, tewas mengenaskan di hotel di saudi ketika tengah sendiri. Meninggal dunia dg cara tidak alami terdapat bercak darah. Beliau getol mengkritisi kebijakan kerajaan saudi dlm hal penggusuran tempat2 bersejarah islam di sana. Wallohu a'lam. ", jelasnya.
Scrennshot :
No comments
Post a Comment