Selain menjabarkan tentang Wahhabi serta aktifitas mereka di Indonesia, termasuk didunia online, Kiai Said juga menyinggung mengenai keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut Kiai Said, cara berfikir kelompok HTI blunder serta sulit mikir.
Ini mereka blunder. Mereka berfikirnya sudah sulit. Mereka menganggap pemerintah ini thoghut tapi uangnya dianggap sah, suratnya dianggap sah, sertifikatnya dianggap sah. Mereka luar biasa(?!). ", kata Kiai Said.
Kiai Said, juga meminta pemerintah melarang organisasi tersebut. Sebab, walaupun tidak mengajarkan terorisme, tetapi selangkah lagi, pengikut-pengikutnya menjadi teroris.
"Saya minta kepada pemerintah, berkali-kali saya minta kepada presiden yang lalu, sekarang pun akan kita sampaikan lagi, organisasi-orgtianisasi yang akan menggrogoti nasionalisme kita, negara kesatuan kita, harus segera dilarang. Sebab ini, walaupun tidak mengajarkan teroris tapi nanti, satu langkah lagi sudah jadi teroris.
Contoh, di Cirebon (selatan), (teroris) ngebom masjid polisi kota Cirebon. (orang) sedang shalat Jum'at "Allahu Akbar", bom meledak, sampai Kapolresnya luka-luka dan masuk rumah sakit. Itu alumni pesantren Wahhabi, nomor dua namanya Syarifuddin, termasuk yang mengebom hotel rich hilton di Jakarta, itu keluaran pesantren As-Sunnah (Wahhabi).
Satu lagi, Ahmad Yusuf, ngebom Gereja Betle Solo. itu pesantren As-Sunnah (Wahhabi). Jadi, pesantren-pesantren Wahabi ini, walaupun tidak mengajarkan teror, tapi muridnya satu langkah lagi suah jadi Teroris.", jelas Kiai Said.
red. Ibnu L' Rabassa
https://youtu.be/5PnkVRuJkkA
No comments
Post a Comment