Hal itu disampaikan dengan maksud maraknya aliran Islam garis keras yang mengarah pada radikalisme dan terorisme di Indonesia.
Keponakan Gus Mus ini juga menyarankan, sebagai santri yang menganut haluan Ahlussunnah wal Jama'ah, harus berani bertanya dengan gamblang siapa sanad guru yang sedang memberikan ilmu kepada kita.
"Kalian sebagai santri NU harus tahu siapa saja guru dari guru kita, kalau perlu kita bertanya secara runtut,” lanjutnya.
Gus Yahya juga berharap, agar pola pikir seperti ini mulai diterapkan oleh para santri. Sebab, akhir-akhir ini banyak aliran dan para dai bermunculan, juga gerakan terorisme bertebaran. (Ahmad Asmu'i/Fathoni)
sumber via nu.or.id

No comments
Post a Comment