Tidak hanya melakukan tuduhan, ustadz Wahhabi itu juga bertindak anarkis dengan memukul kepala penulis buku.
"Kemudian Soni ath-Thuwailibi memukul kepala bagian belakang saya dari arah belakang ketika saya sedang memperhatikan penanya yang lain. Dia juga sebelum memukul bertindak sebagai penanya yg juga bukan bertanya tapi menuduh saya pendusta", jelas Ust. Marhadi yang dikenal sebagai Syaikh Idahram dalam nama penanya.
Baca: Wahabi Sony Abu Husein At-Thuwailibi Menganiaya Syaikh Idahram
"Antum kan Ahlussunnah wal Jama'ah, saya minta maaf, dibulan suci Ramadhan, saya tidak mengatakan kafir. Saya minta maaf, saya salah.. jangan akhlak, saya minta maaf ...", kata Sony Abu Husein Ath-Thuwailibi kepada Syaikh Idahram saaat berusaha meminta maaf.
Sementara Syaikh Idahram mempertanyakan akhlak buruk ustadz Wahhabi tersebut.
Baca: Video Wahabi Sony At-Thuwailibi Minta Maaf setelah Lakukan Kekejian
Tetapi permintaan maaf Sony al-Wahhabi diketahui hanya basi-basi semata. Di facebooknya, Sony kembali melakukan tuduhan kepada Ust. Marhadi Muhayyar atau Syaikh Idahram. Sony menuduh Syaikh Idahram berdusta terhadap kaum Sunni Nusantara, bahkan Syaikh Idahram dianggap sebagai aktifis Syi'ah.
Kaum Sunni Nusantara yang dimaksud Sony adalah Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis dan Wahdah Islamiyah. Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) tidak disebutkan oleh Sony.
"Syaikh Idahram yang disebut-sebut sebagai aktivis Syi'ah itu membuat kedustaan atas nama kaum Sunni nusantara yang diwakili Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persis dan Wahdah Islamiyah.", kata Sony Al-Wahhabi.
Dalam tulisannya Sony juga mengungkapkan sendiri bahwa dirinya menuduh Syaikh Idahram sebagai Syi'ah. ""ya begitulah akhlaq Syi'ah. enggan memaafkan orang lain, dia akan memafkan kalau yang minta maaf itu orang syiah. Yakni yang satu aliran dengannya. Tapi kalau orang muslim minta maaf tidak dimaafkan olehnya karena dianggapnya kafir.", tulis Sony di akun facebook.
Tidak berhenti sampai disitu, diakhir tulisan dalam facebooknya, Sony juga menyebut Syaikh Idahram sebagai 'teroris ideologi' yang menyusup dalam tubuh Nahdlatul Ulama (UN).
"Dan saya justru bersyukur dibulan ramadhan ini saya di anugerahi oleh Allah berupa kesempatan untuk menggagalkan provokasi seorang 'teroris ideologi' yang menyusup di tubuh NU. Kita harus menjaga NU dari 'teroris' semacam Idahram".", tulis Sony, kembali mengungkap kekesalannya.
Baca: Ini Klarifikasi Abu Husein At-Thuwailibi Tentang Acara Bedah Buku di Bogor
Beberapa jam setelah dipost di facebooknya,tulisan itu lenyap difacebook bersamaan dengan non-aktif-nya akun milik Sony Abu Hussein Ath-Thuwailibi.
Baca: Facebook Sony At-Tuwailibi al-Wahhabi Tidak Aktif
Sementara Syaikh Idahram menolak tuduhan Syi'ah kepada dirinya, bahkan mengajak orang yang menuduhnya untuk bermubahalah.
Baca: Dituduh Syi'ah, Ini Klarifikasi Ust. Marhadi dan Ajakannya untuk Mubahalah
Sony Abu Husein Ath-Thuwailibi bukan hanya dikenal sebagai tempramental, tetapi juga sering kali melakukan kedustaan dan caci maki tidak karuan. Ia pun bernah saling caki maki sesama Wahhabi yaitu dengan Abul Jauza' al-Wahhabi atau Dony Arif Wibowo.
Sony juga melakukan fitnah terhadap pakar Aswaja Indonesia Ust. Muhammad Idrus Ramli.
Baca:
- Soni Abu Husein At-Thuwailibi VS Abul Jauzaa', Wahhabi Versus Wahhabi Saling Caci
- Copas Tulisan Ust. Idrus Ramli, Mungkin Abu Husein At-Thuwailibi Ingin Mengaji ?
red. Ibnu Manshur
No comments
Post a Comment