Muslimedianews.com ~ Orang gila memakai kopyah dan sarung, yang cukup lancar mengucapkan kalimat-kalimat berbahasa arab dan jawa meskipun tidak beraturan terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 24 detik.
Video itu nampaknya sengaja direkam oleh seseorang. Dalam video itu, pihak perekam sengaja bertanya tentang sufi kepada orang gila tersebut seakan-akan ingin memberikan kesan bahwa orang itu gila karena belajar sufi atau ilmu tasawuf.
"Pernah belajar sufi?", kata pihak perekam yang tidak mendapat jawaban dari orang gila tersebut.
Video yang sebenarnya sudah lama beredar itu diunggah kembali dijejaring sosial facebook oleh akun
Wardah Jameellah atau
mawar.jingga.75054689 difacebook miliknya. (21/8/2015).
Dalam akunnya, ia menambahkan keterangan berupa perkataan Imam al-Syafi'i tentang tasawuf yang memberikan kesan bahwa orang yang belajar tawasuf akan menjadi gila seperti pada video tersebut.
"GILA AKIBAT BELAJAR SUFI DAN ILMU HIKMAH,,,,, "Jika seorang belajar Tasawuf dipagi hari,sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu ' ( Imam Asy Syafi i)", tulis Wardah Jameellah.
Benarkah Belajar Tasawuf Bisa Gila ?
Antara video orang gila tersebut dan perkataan Imam al-Syafi'i tidak ada kaitannya. Tidak jelas apa yang menyebabkan orang dalam video tersebut menjadi gila. Sebab, faktor yang membuat terganggunya jiwa seseorang sangat banyak sekali. Lalu bagaimana dengan ucapan Imam al-Syafi'i?.
"Jika ada seseorang bertasawwuf di pagi hari maka sebelum datang zhuhur aku sudah mendapatinya telah menjadi orang dungu".
Perkataan Imam al-Syafi'i diatas ada didalam kitab Manaqib al-Syafi'i karangan Imam Al-Baihaqi. Didalam kitab tersebut, Imam al-Baihaqi meriwayatkan sejumlah perkataan Imam al-Syafi'i tentang sufi dan tasawuf, kemudian menjelaskan perkataan Imam al-Syafi'i tersebut. Sayangnya, orang-orang Wahhabi kerap kali mengutip perkataan Imam al-Syafi'i tersebut tidak disertai keterangan yang benar.
Ketika menjelaskan perkataan Imam al-Syafi'i tersebut, Imam al-Baihaqi mengatakan:
"Sesungguhnya yang dimaksud -oleh Imam
Syafi'i-: adalah orang yang masuk dalam kalangan sufi yang hanya
mencukupkan dengan "nama" saja sementara dia tidak paham makna intinya,
dia hanya mementingkan catatan tanpa mendalami hakekatnya, hanya duduk
dan tidak mau berusaha, ia menyerahkan biaya hidup dirinya ke tangan
orang-orang Islam, dia tidak peduli dengan orang-orang Islam tersebut,
tidak pernah menyibukan diri dengan mencari ilmu dan ibadah,
sebagaimana maksud ucapan Imam Syafi'i ini ia ungkapkan dalam riwayat
lainnya", yaitu riwayat yang telah dikhabarkan kepada kami oleh Abu
Abdirrahman al-Sullami, berkata: Aku telah mendengar Abu Abdillah ar
Razi berkata: Aku telah mendengar Ibrahim ibn al Mawlid berkata dalam
meriwayatkan perkataan asy Syafi'i: "Seseorang tidak akan menjadi sufi
hingga terkumpul pada dirinya empat perkara; pemalas, tukang makan,
tukang tidur, dan tukang berlebihan". Sesungguhnya yang beliau ingin
cela adalah siapa dari mereka yang memiliki sifat ini. Adapun siapa yang
bersih kesufiannya dengan benar-benar tawakkal kepada Allah 'Azza wa
Jalla, dan menggunakan adab syari’ah dalam mu'amalahnya kepada Allah
Azza wa Jalla dalam beribadah serta mummalah mereka dengan manusia dalam
pergaulan, maka telah dikisahkan dari beliau (Imam As Syafi’i) bahwa
beliau bergaul dengan mereka dan mengambil (ilmu) dari mereka".
Baca: Inilah Fatwa yang Benar Imam Syafi'i tentang Tasawuf
Disisi lain, perlu diketahui bahwa istilah "gila", "dungu" atau sejenisnya tidak mesti diartikan sebagai gila atau dungu secara hakiki, apalagi terkait dengan dunia tasawuf. Sebab kata-kata tersebut juga bisa dipakai untuk arti
majazi. Misalnya, seperti perkataan seorang pecinta :
"aku tergila-gila kepadamu", atau
"aku dibuat gila karenanya", tentu orang yang sehal akalnya akan mengatakan bahwa ia tidak benar-benar gila. Hal seperti ini sulit dipahami oleh orang-orang Wahhabi.
red. Ibnu Manshur
https://www.facebook.com/mawar.jingga.75054689/videos/1621960461426695/?fref=nf
No comments
Post a Comment