Warga NU pun menyambut baik kepengurusan PBNU yang baru meskipun belum dianggap final.
Mereka berharap kepengurusan PBNU yang baru dapat lebih mengembangkan Nahdlatul Ulama (NU). Berbagai ucapan selamat juga meramaikan jagat sosial media.
"Selamat bekerja untuk Pengurus PBNU yang sudah dilantik. Semoga membawa kebaikan bagi umat. Amin...", tulis LAZ Sidogiri melalui akun twitternya, @LazSidogiri (23/8).
"Susunan PBNU 2015-2020 Selamat berjuang para kyai-ku, doa kami menyertai sampai tahun 2020 nanti", tulis akun Arieza Irfani @ariezairfani.
"Selamat Bertugas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Selamat mengabdi untuk negeri !", tulis Alief Maulana @Alipjanic,
Tetapi respon berbeda diberikan oleh beberapa pihak. Misalnya seperti media yang dipimpin oleh mantan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Al Khaththath atau Gatot Saptono yaitu Suara-Islam. Gatot juga ketua FUI (Forum Umat Islam) dan HDI (Hizbud Dakwah Indonesia, sempalan HTI). Redaktur pelaksana dari media Suara-Islam bernama Shodiq Ramadhan, juga seorang mantan HTI.
Dalam situs tersebut, tidak adanya nama KH. Hasyim Muzadi dan Gus Sholah dalam kepengurusan menjadi sebuah sorotan. Hal menariknya, ketika situs tersebut menyinggung soal Syi'ah dimana KH. Ali Mustofa Ya'kub dianggap sebagai tokoh kerap bersuara lantang soal Syi'ah. Namun, sebagaimana diketahui bahwa Kiai Ali Mustofa bermasalah saat menuliskan tentang "Titik temu NU-Wahabi" yang memberikan angin segar kepada pihak-pihak Wahhabi. Disisi lain, keberadaan Kiai Ali Mustofa dikepengurusan PBNU sebelumnya sebenarnya merupakan "titipan" daripada pemerintahan SBY.
| http://www.suara-islam.com/read/index/15263/-Susunan-Pengurus-PBNU-2015-2020-Terbentuk--Kubu-Mbah-Hasyim-Tersingkir-- |
| http://www.nugarislurus.com/2015/08/beredar-susunan-baru-pengurus-pbnu-rasa-pkb-dan-nepotisme.html |
| https://www.facebook.com/wawah.poenya/posts/10203815123253194 |
red. Ibnu Manshur
No comments
Post a Comment