Nusron mengatakan, awalnya tak berpikir bakal masuk di kepengurusan PBNU. Sebab selain memimpin GP Ansor, mantan wartawan itu juga menjadi kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Setelah mendapat perintah dari Gus Mus -panggilan KH Mustofa Bisri- untuk menjadi pengurus PBNU, Nusron lantas menemui Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tujuannya adalah meminta izin, karena bagaimanapun Nusron adalah kepala BNP2TKI yang notabene instansi pemerintah.
Ternyata baik Jokowi -sapaan Joko Widodo maupun JK mengizinkan Nusron duduk sebagai pengurus di PBNU. “Tidak ada masalah. Insya Allah saya bisa membagi waktu untuk tugas-tugas di BNP2TKI dan sebagai pengurus PBNU," ujarnya.
Namun demikian, mantan anggota tim sukses Jokowi-JK di pemilihan presiden itu akan melepas posisinya sebagai ketua umum GP Ansor. “Kebetulan GP Ansor akan melaksanakan kongres akhir tahun ini atau awal tahun depan," katanya.
Namun demikian Nusron menegaskan, sekalipun nanti lengser dadi GP Anros bukan berarti ia lepas dari masalah pemuda. Sebaliknya, politikus Golkar itu mengaku ingin semakin fokus mengenalkan NU ke kalangan muda demi menata umat. “Salah satu tantangan di masa mendatang adalah menghidupkan kultur Nahdlatul Ulama di kalangan remaja perkotaan," katanya.
Sedangkan Kiai Said mengatakan bahwa Nuson dengan posisinya sebagai kepala BNP2TKI akan mampu memberdayakan kalangan nahdliyin. Terlebih, kata Kiai Said, banyak warga NU yang menjadi TKI. “Jadi sudah pas ini ada Pak Nusron,” katanya.(ara/JPG)
sumber jpnn

No comments
Post a Comment