Abbas akan melanjutkan perannya sebagai Presiden Otoritas Nasional Palestina (PA).
Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh kantor berita lokal Ma'an, saluran berita Al-Arabiya, AFP dan oleh Abbas sendiri, ketika ia berbicara kepada delegasi wartawan Polandia saat mengunjungi wilayah Tepi Barat pada hari Minggu (23/8).
"Pengunduran diri ini juga diperlukan untuk memperbaharui kinerja dan legitimasi Komite Eksekutif PLO. Itu dibutuhkan untuk menyuntikkan semangatbaru di PLO. Kondisi yang rentan di wilayah ini mengharuskan kita semua memperkuat kondisi internal kami untuk menghadapi agresi Israel dan eskalasi, "kata Ghassan Shaka'ah, anggota komite lainnya, menurut Jerusalem Post.
Namun sejumlah pihak menilai bahwa pengunduran diri tersebut hanya sebuah "sandiwara konyol". Hal itu disampaikan oleh Yasser Abed Rabbo, seorang pejabat PLO yang baru diberhentikan oleh Mahmoud Abbas. Menurutnya, langkah itu merupakan "formalitas" yang dimaksudkan untuk menjamin
Dewan Legislatif Palestina atau Palestinian Legislative Council (PNC) dibentuk dalam waktu singkat.
Sementara, Hamas yang menguasai Gaza dan sebagai pesaing PLO menyebut bahwa langkah pengunduran diri tersebut sebagai "permainan" yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan di tangan Abbas dan merusak negosiasi antara pemimpin politik di Tepi Barat dan Gaza.
red. ibnu manshur/sumber rt, jerusalem post, koran al-quds

No comments
Post a Comment