"Ini momentum bangkitnya Bangkalan. Bangkalan harus jadi kota dzikir dan bershalawat, agar aman dari musibah dan bala," terang koordinator aksi, H Toyib Fawad Muslim, saat ditemui usai aksi, Senin (24/8/2015).
Ponpes Syaichona Cholil adalah ponpes terbesar di Bangkalan. Tuntutan para santri tersebut mendapat dukungan dari ponpes lainnya di Bangkalan. Mereka berharap Perda Bangkalan Kota Dzikir dan Shalawat dapat menekan maksiat.
"Salah satu tujuan, dengan bershalawat dan berdizikir diharapkan semua praktek negatif di masyarakat dapat dieliminir," imbuh Toyib.
Di gedung DPRD Bangkalan, massa ditemui oleh anggota dan pimpinan dewan. Para wakil rakyat menanggapi positif usulan para santri tersebut. Mereka berjanji akan membahas lebih lanjut agar usulan itu dapat menjadi perda.
Massa selanjutnya bergeser menuju kantor Pemkab Bangkalan untuk menyerahkan secara langsung pernyataan sepakat DPRD atas usulan tersebut.
SAN/metro

No comments
Post a Comment