Menurut Gus Sahal (kader muda Nahdlatul Ulama) melalui akun twitternya @sahaL_AS mengetwit "Sekarang ini banyak yang menjadi ustdz yang bukan karena tingginya ilmu keislaman dan akhlaknya, tapi karena dinobatkan televisi dan socmed".
Tidak sedikit kasus-kasus yang menimpa ustadz-ustadz selebritis ini, mereka fasih membacakan ayat dan hadits, tetapi perilakunya tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Itu masih lumayan. Ada pula ustadz yang dalam membaca ayat saja masih belepotan. Lalu apakah kita akan berguru kepada orang yang pemahaman keislamannya demikian.
Apalagi orang yang menurut Gus Sahal, suka takfiri, artinya dengan mudah mengkafirkan orang lain. Padahal ilmu yang dipegangnya, sanadnya tidak jelas. Itulah sebabnya, kenapa seseorang penting memegang sanad ilmu, berguru kepada siapa, kajian-kajiannya apa saja. Jangan-jangan ustadz-ustadz masa kini, isi ceramahnya hanya dibuatkan oleh tim kreatif stasiun televisinya. Ini sangat ironis.***
sumber kabar bangsa

No comments
Post a Comment