“Hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, kalau mereka menganggap hadiah bacaan fatihah bid’ah, mudah saja logikanya, berarti tampilmu di televisi jauh lebih bid’ah karena zaman Nabi tak ada televisi,” tegasnya, Kamis (3/9).
Helmy menerangkan, bahwa fenomena artis seperti TW harus dipahami betul oleh masyarakat. Karena menurutnya, kelompok yang sering membid’ah-bid’ahkan mempunyai kecenderungan memanfaatkan artis untuk menyesatkan umat.
Seperti diberitakan, TW dan ZAM sebagai host dalam sebuah acara di televisi swasta menyampaikan pernyataan yang menilai hadiah bacaan fatihah kepada mayit merupakan bid’ah. Hal tersebut menurut mereka tidak ada dalilnya dan tidak dilakukan Nabi Muhammad SAW. (Fathoni)
sumber nu.or.id

No comments
Post a Comment