Beliau berkisah bagaimana membekasnya kecintaan kepada Shahih al-Bukhary dibawa ayahnya sampai wafat. Pada suatu hari, Syaikh Abdul Wakil ditanya tentang sebuah hadits di dalam riwayat al-Bukhari, namun dia tidak tahu di bab mana hadits itu berada. Lalu, beliau pulang dan tidur sambil memendam kecewa karena tidak menjawab pertanyaan itu.
Pada saat tidur, ia bermimpi bertemu dengan sang ayah, Syaikh Abdul Haq. Di dalam mimpi itu, ia bertanya kepada ayahnya, " wahai ayah di mana keberadaan hadits ini?" Sang ayah pun menjawab," bukanlah sudah aku wasiatkan kepadamu jangan tinggalkan belajar shahih al-Bukhari? Imam al-Bukhari menempatkan hadits itu di salah satu bab di dalam kitabul Jihad!"
Masya Allah, ternyata kecintaan kepada ilmu itu dibawa sampai mati. Buktinya, sudah mati saja bisa memberi tahu di mana letak haditsnya. Bagaimana selama masih hidup.

No comments
Post a Comment