Puisi yang rencananya akan dibacakan di Kirab Hari Santri 22 Oktober di Tugu Pahlawan, Surabaya, tersebut membangkitkan semangat para kader muda NU yang hadir di Auditorium Toyib.
“Acara ini benar-benar meningkatkan semangat muda” kata salah seorang peserta seminar dalam cuitannya di akun twitter @kmnupusat. Di akhir sesi D. Zawawi Imron, beliau banyak menyinggung tentang kepemudaan. “Pemuda itu harus punya semangat dan bicaranya nggak boleh ngawur. Saya kok miris kalau lihat anak muda yang sudah tidak semangat, lagi bicaranya ngawur,” tegas D. Zawawi Imron dalam orasinya yang berapi-api.
Acara puncak Nusantara 2015 ini selain dihadiri oleh delegasi KMNU perguruan tinggi juga dihadiri oleh mahasiswa dari luar KMNU. Selain D. Zawawi Imron, Seminar Kebangsaan dan Kontempelasi Budaya juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, M.Sc, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Pemerintah Kota Bogor, seniman dan sastrawan Zastrow El Ngatawi, dan para pembina KMNU. (KMNU)

No comments
Post a Comment